Dunia

Hacker Serang Bank Darah di Prancis, Ratusan Supermarket Eropa Anjlok!

Jakarta, Maret.id — Layanan Darah Nasional Prancis, Établissement Français du Sang (EFS), mengonfirmasi Rabu (4 November 2026) bahwa tiga fasilitas penyimpanan plasma negara itu menjadi target serangan siber yang menargetkan sistem pendingin. Serangan ini berupaya memanipulasi suhu penyimpanan ke tingkat ekstrem dan berpotensi menghancurkan produk darah yang vital bagi layanan kesehatan.

Modus serangan dan dampak teknis

EFS menjelaskan bahwa penyerang mengeksploitasi sistem pemantauan dan pengendalian yang dioperasikan oleh pemasok pendingin eksternal, sehingga memungkinkan manipulasi suhu dan mekanisme pencairan es dari jarak jauh. Menurut laporan sebuah majalah investigasi mingguan Prancis, peretas mencoba menaikkan suhu dari kondisi standar minus 30°C hingga setinggi 110°C, jauh melampaui titik didih air.

Sistem alarm dan pemantauan dipuji karena membantu mendeteksi anomali pada malam kejadian, yang terjadi pada Senin (2 November 2026). Seorang teknisi yang bertugas mencatat kenaikan suhu, sehingga staf dapat segera mengambil langkah pengamanan.

Tindakan cepat dan jaminan keselamatan

EFS menyatakan bahwa tidak ada konsekuensi kesehatan yang teridentifikasi dan tidak ada produk darah yang hilang akibat insiden tersebut. Beberapa unit penyimpanan ditutup sebagai tindakan pencegahan dan isinya dipindahkan ke fasilitas lain untuk memastikan keamanan persediaan.

Pemasok peralatan pendingin yang terdampak, Coolworld, mengonfirmasi bahwa sistem mereka mengalami gangguan dan menunjuk kerentanan pada komponen yang dipasok oleh pihak ketiga sebagai penyebab. Perusahaan itu menegaskan hanya sejumlah kecil unit yang terpengaruh dan sedang bekerja sama dengan pihak terkait untuk memperbaiki kerentanan.

Penyelidikan dan langkah pengamanan

Kementerian Kesehatan Prancis bersama badan keamanan siber nasional ANSSI membuka penyelidikan terhadap insiden ini, dan EFS memperkuat pengawasan suhu di seluruh fasilitas penyimpanannya. Otoritas juga sedang menelusuri jalur infiltrasi dan kemungkinan hubungan antara serangan ini dengan gelombang serangan siber lain di Eropa.

Sementara itu, rumah sakit dan bank darah diingatkan untuk meningkatkan protokol keamanan siber dan kesiapan tanggap darurat untuk melindungi rantai pasokan darah yang sensitif. Pakar keamanan mendorong penerapan segmentasi jaringan dan otentikasi ganda pada sistem industri yang mengendalikan peralatan kritis.

Konteks serangkaian serangan terhadap sistem pendingin

Insiden ini terjadi di tengah rentetan serangan yang menargetkan sistem pendingin supermarket di beberapa negara Eropa pada bulan Oktober 2026 dan awal November 2026. Gelombang serangan sebelumnya disinyalir mengganggu peralatan pendingin sekitar 700 supermarket di Prancis, memaksa pengecer membuang jumlah besar makanan yang rusak.

Serangan yang diduga terkait juga dilaporkan memengaruhi puluhan supermarket di Belgia, Swedia, Luksemburg, Irlandia, dan Estonia, dengan pengaturan suhu di beberapa toko dinaikkan hingga sekitar 50°C. Perusahaan ritel multinasional Ahold Delhaize memperingatkan bahwa gangguan tersebut berpotensi memangkas penjualan kuartal keempat sebesar sekitar 250 juta euro dan menurunkan pendapatan operasional hingga 100 juta euro.

Belum ada pengakuan tanggung jawab

Hingga saat ini otoritas belum memastikan apakah insiden-insiden ini saling terkait dan belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab secara terbuka. Penyidik fokus pada jejak digital, pemasok perangkat, dan kemungkinan skenario serangan terkoordinasi yang memanfaatkan komponen pihak ketiga.

Para ahli menilai bahwa serangan terhadap infrastruktur yang berkaitan dengan kesehatan dan pangan menandai pergeseran ancaman siber yang semakin menargetkan sistem fisik, sehingga menuntut kolaborasi lebih erat antara sektor publik dan swasta untuk memperkuat ketahanan nasional.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button