Memanas: Kasus Hantavirus Belarus Ancam Keamanan Kesehatan Eropa!

Jakarta, Maret.id — Kapal pesiar MV Hondius dilaporkan menjadi episentrum wabah hantavirus yang menewaskan tiga penumpang dan memaksa evakuasi serta karantina massal setelah berlabuh di perairan Kepulauan Canary.
Data Medis dari Belarus
Menurut catatan layanan medis pada Departemen Keuangan dan Logistik di Direktorat Regional Gomel Kementerian Dalam Negeri Belarus, infeksi hantavirus di negara itu termasuk jarang terjadi dan biasanya muncul sebagai kasus terpisah setiap tahun.
Rata-rata sekitar 50 orang per tahun dirawat di rumah sakit dengan diagnosis demam berdarah disertai sindrom ginjal atau Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang terkait virus hantavirus.
Asal Usul dan Cara Penularan
Hantavirus pada manusia umumnya ditularkan melalui kontak tidak langsung dengan hewan pengerat, terutama melalui inhalasi debu yang terkontaminasi kotoran atau urin hewan pengerat.
Sebagian besar infeksi hantavirus tidak menyebar antarmanusia, meskipun beberapa jenis seperti virus Andes yang ditemukan di Amerika Selatan diketahui dapat menularkan antarmanusia dalam kasus-kasus tertentu.
Kejadian di Kapal Pesiar MV Hondius
Wabah di kapal MV Hondius terjadi saat kapal tersebut berlayar dari Argentina menuju Cape Verde dan tiba di lepas pantai Kepulauan Canary pada 9 Mei, memicu tindakan darurat oleh otoritas setempat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan keberadaan 11 kasus pada kapal itu, di mana sembilan kasus dikonfirmasi sebagai infeksi virus Andes, dan tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia.
Kru dan penumpang yang terpapar langsung dipindahkan ke fasilitas medis khusus dan isolasi dilakukan untuk mencegah potensi penyebaran lebih luas.
Para spesialis kesehatan menilai kemungkinan penyebaran di luar kapal relatif kecil, mengingat langkah-langkah karantina yang diberlakukan dan pemantauan ketat terhadap kontak dekat.
Langkah karantina direncanakan berlangsung hingga 45 hari untuk mengantisipasi masa inkubasi dan memastikan tidak ada penularan lanjutan yang terlewatkan.
Petugas kesehatan juga mengingatkan bahwa temuan kasus baru di antara mereka yang masih dikarantina tetap mungkin terjadi sehingga pengawasan klinis akan dilanjutkan.
Otoritas kesehatan menekankan pentingnya langkah pencegahan sederhana seperti pengendalian populasi tikus, kebersihan lingkungan, dan kehati-hatian terhadap paparan debu di area yang rawan pengerat.
Para pelancong yang baru kembali dari wilayah endemik hantavirus, terutama Amerika Selatan, disarankan untuk segera melapor jika mengalami gejala demam tinggi, nyeri otot, atau gangguan pernapasan.
Kasus pada MV Hondius kembali menegaskan perlunya koordinasi internasional dalam respons penyakit menular lintas batas, termasuk pelacakan kontak, penanganan medis terpadu, dan komunikasi risiko kepada publik.
Penyelidikan lanjutan masih berlangsung untuk memastikan jalur penularan awal dan menilai langkah mitigasi yang perlu diperkuat guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.





