Jerry Hermawan Lo Ungkap The Art of Simple Leadership, Ubah Kepemimpinan!

Jakarta, Maret.id — Pendiri JHL Group Jerry Hermawan Lo resmi meluncurkan buku berjudul The Art of Simple Leadership pada Jumat (8/5/2026) di Gedung Garuda Ballroom Episode Hotel Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten. Acara peluncuran dihadiri oleh mahasiswa, pelaku bisnis, dan sejumlah pegiat sosial yang menyimak pemaparan tentang filosofi kepemimpinan Jerry.
Peluncuran dan Tujuan Buku
Buku yang ditulis oleh Steven Beteng itu diterbitkan oleh penerbit nasional dan menampilkan perjalanan hidup serta prinsip kepemimpinan Jerry. Peluncuran dimaksudkan untuk menginspirasi generasi muda dan menjelaskan bagaimana pendekatan sederhana bisa efektif dalam memimpin organisasi dan bisnis.
Jerry menyampaikan pesan motivasional kepada para peserta bahwa kunci keberlanjutan adalah memotivasi diri sendiri tanpa bergantung pada dorongan eksternal. “Kuncinya adalah memotivasi diri sendiri. Jangan bergantung pada motivasi orang lain, karena semangat itu perlahan akan hilang. Teruslah melangkah, sekecil apa pun itu,” ujarnya saat berbicara di hadapan audiens.
Filosofi Kepemimpinan
Konsep “Art” dalam judul buku tersebut menggambarkan bahwa kepemimpinan dapat dijalankan dengan intuisi, kreativitas, dan imajinasi bagaikan karya seni. Selain itu, konsep “Simple” menegaskan gaya kepemimpinan yang bersahaja, praktis, dan tidak berbelit-belit sehingga mudah ditiru dan diimplementasikan oleh banyak orang.
Buku tersebut merangkum prinsip-prinsip operasional yang selama ini diterapkan Jerry dalam mengelola usaha, termasuk keputusan berbasis pengalaman lapangan dan penekanan pada tindakan nyata. Pendekatan ini dipaparkan dengan contoh konkret dari pengalaman bisnis dan kegiatan sosial yang pernah dijalankan.
Riwayat Hidup dan Aktivisme
Jerry lahir dari keluarga sederhana di Medan dan menapaki karier tanpa gelar akademik, hanya menamatkan pendidikan hingga tingkat sekolah dasar. Ayahnya dikenal sebagai penjaja minyak keliling sementara ibunya bekerja sebagai pedagang nasi uduk, latar belakang yang menurut Jerry membentuk karakter ketekunan dan kewirausahaan.
Selain berbisnis, Jerry aktif dalam perjuangan sosial sejak era Reformasi 1998 melalui inisiatif seperti Forum Persaudaraan Anak Bangsa (F-PAB) yang memperjuangkan penghapusan Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBKRI) bagi warga etnis Tionghoa. Ia juga terlibat dalam upaya pelestarian cagar budaya, termasuk menyuarakan penyelamatan Gedung Candra Naya dari penggusuran demi menjaga keberagaman dan nilai sejarah.
Usaha dan Program Sosial
Saat ini Jerry mengelola beberapa lini usaha yang meliputi jaringan hotel, usaha otomotif, dan sektor agribisnis yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Walau fokus pada bisnis, ia mempertahankan aktivitas sosial melalui Yayasan Merah Putih Kasih yang memiliki program pendidikan dan beasiswa di bidang pertanian.
Yayasan tersebut menegaskan komitmen untuk mencetak kader pertanian, dengan target program yang menargetkan kelulusan ribuan sarjana pertanian untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Kisah hidup Jerry dipresentasikan dalam buku sebagai bukti bahwa kerja keras, integritas, dan kepemimpinan sederhana dapat membuka peluang dan mengubah nasib tanpa harus mengandalkan latar belakang pendidikan formal.