Candi Borobudur Tetap Buka Waisak 2026, Catat Jam!

Jakarta, Maret.id — Candi Borobudur tetap membuka kawasan wisata hingga pukul 14.00 WIB pada perayaan Hari Waisak 2026, demikian disampaikan pihak pengelola kepada publik. Setelah jam tersebut pengunjung diarahkan meninggalkan area untuk memberi ruang persiapan pelaksanaan rangkaian ibadah dan acara puncak Waisak.
Operasional saat Waisak
Direktur Komersial InJourney Destination Management, Gistang Richard Panutur, menyatakan operasional kunjungan dilaksanakan hingga pukul dua siang pada hari pelaksanaan upacara. Pernyataan itu menegaskan bahwa pembukaan pada pagi hingga awal siang dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kunjungan sekaligus menata ketertiban sebelum prosesi keagamaan dimulai.
Pengelola menegaskan setelah pukul 14.00 WIB pengunjung akan didorong meninggalkan kawasan agar tim bisa menyiapkan area ibadah. Langkah ini ditempuh untuk memastikan kelancaran prosesi dan keamanan acara yang melibatkan jamaah dan tokoh keagamaan.
Pembatasan Akses dan Tata Ruang
Pada saat rangkaian Waisak berlangsung, pengunjung hanya diperbolehkan berada di area pelataran candi dan tidak diizinkan naik hingga ke struktur utama candi. Kebijakan pembatasan ini bertujuan melindungi kelestarian situs cagar budaya sekaligus memberikan ruang bagi pelaksanaan ritual.
Penegakan pembatasan akan dilakukan secara terukur dengan dukungan petugas lapangan untuk mengarahkan arus pengunjung. Pengelola juga mengimbau wisatawan untuk mengikuti arahan petugas demi kenyamanan bersama.
Atraksi Lentera Perdamaian dan Pertunjukan Drone
Perayaan Waisak 2026 di Borobudur akan menampilkan penerbangan 2.570 lentera perdamaian sebagai salah satu rangkaian utama kegiatan. Ketua Lentera Perdamaian Waisak Borobudur, Fatmawati, menjelaskan jumlah tersebut sengaja ditambah satu dari tahun sebelumnya sebagai simbol keberuntungan dan harapan baik.
Selain lentera, pertunjukan drone menjadi daya tarik utama dengan total 570 unit drone yang akan menerangi langit kawasan Borobudur. Jumlah ini meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun lalu yang menggunakan 450 drone, dan menurut penyelenggara pemilihan angka tersebut mengacu pada makna simbolis tertentu dalam kalender Buddhis.
Imbauan untuk Pengunjung
Pengelola mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk menyesuaikan jadwal kunjungan agar tidak mengganggu jalannya upacara keagamaan. Disarankan pula bagi pengunjung yang ingin menyaksikan upacara agar menjaga ketertiban, kebersihan, dan menghormati prosesi keagamaan yang berlangsung.
Pihak penyelenggara akan menyediakan informasi lebih lanjut di lokasi dan melalui kanal resmi pengelola untuk memudahkan pengunjung merencanakan kunjungan. Para pengunjung juga diingatkan untuk memperhatikan jadwal transportasi dan akomodasi karena arus keluar-masuk kawasan dapat mengalami peningkatan menjelang dan setelah acara.