Grebeg Besar Keraton Surakarta: Rayakan Persatuan Budaya Bareng!

Jakarta, Maret.id — Grebeg Besar Keraton Kasunanan Surakarta yang digelar pada Kamis, 28 Mei 2026 kembali menegaskan nilai syukur dan persatuan budaya di tengah masyarakat Solo.
Prosesi dan Kepemimpinan
Prosesi diawali dengan arak-arakan dua gunungan yang diarak dari area Keraton menuju Masjid Agung Surakarta. Prosesi dipimpin langsung oleh Susuhunan Pakubuwono XIV bersama para abdi dalem yang menjaga tata upacara secara khidmat.
Makna Gunungan
Gunungan Jaler diisi bahan hasil bumi mentah sebagai simbol kesuburan, kemakmuran, dan karunia alam bagi masyarakat. Sementara Gunungan Estri berisi makanan matang yang melambangkan rezeki yang tersedia dan pantas disyukuri bersama.
Akulturasi Budaya dan Religi
Penyelenggaraan Grebeg Besar menunjukkan akulturasi antara tradisi keraton dan nilai-nilai Islam yang hidup di masyarakat Surakarta. Upacara ini dipandang sebagai wujud syukur kepada Tuhan sekaligus momen memperkuat solidaritas sosial warga.
Persiapan dan Rute Tradisional
Menurut penjelasan Kanjeng Raden Mas Riya Arya Panji L. Nuky M Adiningrat, persiapan pembuatan gunungan membutuhkan waktu kurang dari satu pekan agar bahan tetap segar saat diarak. Rute tradisional tetap dipertahankan karena setiap gunungan harus didoakan terlebih dahulu sebelum warga melakukan ngalap berkah.
Penyelenggaraan Dua Hari dan Penghormatan
Penyelenggaraan dua hari pada tahun ini dimaksudkan sebagai penghormatan kepada sentono, abdi dalem, dan seluruh lapisan masyarakat Keraton Surakarta. Harapan pihak keraton adalah agar acara tersebut memperkuat rasa syukur, persatuan, dan kepedulian terhadap warisan budaya.
Antusiasme Warga
Grebeg Besar kembali menyedot perhatian ribuan warga saat perayaan Iduladha 1447 Hijriah, dengan warga memadati rute arak-arakan untuk menyaksikan dan menerima berkah. Setelah doa di Masjid Agung, warga berebut ngalap berkah gunungan yang dianggap membawa keberkahan.
Nilai Pelestarian Budaya
Kirab budaya tahunan ini tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pelestarian tradisi dan pendidikan budaya bagi generasi muda. Pihak keraton menekankan pentingnya menjaga kesinambungan tradisi dalam menghadapi dinamika zaman.
Grebeg Besar Keraton Surakarta tetap menjadi salah satu tradisi publik yang memadukan nuansa religius dan kebudayaan lokal serta menarik perhatian luas dari masyarakat dan pelaku budaya.