Gaya Hidup

Trailer Film Backrooms Pakai Salam Bahasa Indonesia dari NASA!

Jakarta, Maret.id — Trailer film horor sci-fi Backrooms produksi A24 yang dijadwalkan tayang di Indonesia pada 10 Juni 2026 memicu perbincangan luas setelah menampilkan salam berbahasa Indonesia yang viral di media sosial. Cuplikan berdurasi singkat itu menimbulkan rasa penasaran karena suara tersebut ternyata bukan rekaman baru melainkan bagian dari arsip historis milik NASA.

Asal Usul Rekaman: The Golden Record

Rekaman salam berbahasa Indonesia yang terdengar dalam trailer itu berasal dari The Golden Record, koleksi piringan emas yang dikirim bersama wahana Voyager 1 dan Voyager 2 pada 1977. Arsip tersebut memuat beragam suara, musik, gambar, dan pesan yang dimaksudkan sebagai representasi budaya manusia bila suatu hari ditemukan peradaban lain di luar angkasa.

Teks rekaman bahasa Indonesia disampaikan oleh Ilyas Harun, salah satu pengisi salam dalam koleksi itu, dan menjadi salah satu dari puluhan bahasa yang termasuk dalam Golden Record. Selain salam, Golden Record juga memuat karya musik dunia termasuk gending Jawa Ketawang Puspawarna yang dikaitkan dengan tradisi keraton Jawa.

Respons Publik dan Narasi Viral

Di Indonesia, kemunculan kembali rekaman itu memancing reaksi beragam; banyak penonton merasa terkejut sekaligus bangga karena suara mereka pernah dikirim ke luar angkasa. Awalnya, sejumlah warganet menduga audio dibuat khusus untuk membangun suasana film, namun verifikasi lebih lanjut menunjukkan penggunaan materi arsip autentik.

Diskusi daring juga menyoroti nilai simbolis momen ini, yakni bagaimana unsur budaya lokal dapat muncul dalam karya internasional dan membangkitkan minat baru terhadap warisan musik dan bahasa Indonesia. Selain itu, pemakaian materi historis menambah lapisan misteri yang dinilai efektif memperkuat atmosfer horor dan ketegangan dalam trailer.

Peran Lukita Maxwell dan Daya Tarik Lokal

Film Backrooms juga menarik perhatian karena hadirnya aktris berdarah Indonesia, Lukita Maxwell, yang menjadi salah satu pemeran utama dalam produksi A24 tersebut. Kehadiran Maxwell dipandang memperkuat koneksi lokal terhadap film internasional dan berkontribusi pada antusiasme penonton di tanah air.

Para pengamat industri menilai bahwa kolaborasi elemen budaya Indonesia bersama produksi global seperti A24 memberikan peluang promosi kebudayaan sekaligus membuka kesempatan bagi talenta Indonesia di kancah perfilman internasional. Sementara itu, penonton di media sosial terus membagikan cuplikan trailer serta mengulas makna historis penggunaan The Golden Record dalam konteks film.

Implikasi Budaya dan Film

Penggunaan rekaman autentik dari arsip antariksa ini memperlihatkan cara baru pembuat film memanfaatkan materi arsip untuk memperkaya narasi visual dan audio. Bagi sebagian penonton, fakta bahwa suara Indonesia pernah dikirim ke luar angkasa memberi nuansa kebanggaan dan refleksi tentang posisi budaya lokal dalam cerita manusia yang lebih luas.

Dengan tayangan yang semakin dekat, Backrooms diperkirakan akan menjadi magnet diskusi tidak hanya karena unsur horor dan sci-fi-nya, tetapi juga karena detail-detail kecil seperti pemakaian The Golden Record yang membuka kembali cerita sejarah dan kebudayaan Indonesia kepada audiens internasional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button