Gaya Hidup

Scott Wray Pimpin Spacewalk NASA, Dari Imajinasi Jadi Nyata!

Jakarta, Maret.id — Scott Wray kini memimpin program pelatihan spacewalk atau aktivitas ekstravehicular (EVA) untuk program Artemis, setelah meniti karier lebih dari 16 tahun di Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Pria yang sejak kecil mengidamkan misi luar angkasa itu dipercaya mengembangkan metode latihan baru untuk mempersiapkan astronot menghadapi lingkungan Bulan yang berbeda dari misi sebelumnya.

Perjalanan karier yang bermula dari imajinasi

Sejak usia enam tahun Wray sering bermain peran sebagai astronot dan menirukan ruang angkasa dengan tenda di halaman rumahnya. Ketertarikan itu membawanya menekuni pendidikan teknik dirgantara dan mengikuti program-program pengenalan luar angkasa seperti yang diselenggarakan di Space Center Houston.

Wray kemudian masuk ke NASA melalui program magang dan semakin mendalami aspek teknis pelatihan EVA. Pengalaman awalnya meliputi keterlibatan dalam pelatihan untuk pesawat ulang-alik dan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Peran teknis dan operasional di pusat kendali

Di dalam lingkungan profesional ia pernah bertugas sebagai instruktur yang melatih astronot menggunakan peralatan dan prosedur spacewalk. Wray juga berperan sebagai pengendali misi di Mission Control Center, termasuk memberikan dukungan saat operasi darurat perbaikan pada wahana seperti Atlantis.

Selain itu, Wray terlibat langsung sebagai subjek uji dalam pengumpulan data mobilitas untuk subsistem pakaian tekanan EVA dengan menggunakan Sistem Pengurangan Beban Gravitasi Respons Aktif. Pengumpulan data tersebut menjadi bagian penting untuk memahami bagaimana tubuh dan perangkat bekerja dalam kondisi yang meniru sebagian beban mikrogravitasi.

Pengembangan metode pelatihan untuk Artemis

Program Artemis menuntut teknik pelatihan baru karena lingkungan permukaan Bulan, sistem kendaraan, dan pakaian antariksa yang berbeda dari misi sebelumnya. Untuk itu Wray dan timnya merancang latihan yang mengakomodasi variasi kondisi fisik astronot, perbedaan teknologi baju antariksa, dan kebutuhan operasi di medan bulaniah.

Metode yang dikembangkan menekankan integrasi antara simulasi teknis, penggunaan alat reduksi beban gravitasi, dan adaptasi kinerja manusia di lingkungan ekstrem. Pendekatan ini bertujuan membangun fondasi kemampuan yang dapat diterapkan tidak hanya di Bulan tetapi juga untuk misi eksplorasi lebih jauh seperti rencana ke Mars.

Program pelatihan yang dipimpin Wray juga melibatkan kolaborasi lintas disiplin antara insinyur, dokter penerbangan, dan para pelatih operasional untuk memastikan kesiapan misi. Hasil pelatihan ini diharapkan meningkatkan keselamatan dan efektivitas kerja saat astronot menjalankan tugas di luar kendaraan antariksa.

Kesimpulannya, perjalanan profesional Scott Wray mencerminkan transformasi dari imajinasi masa kecil menjadi peran kunci dalam persiapan kembalinya manusia ke Bulan. Langkah-langkah pelatihan yang ia pimpin menjadi bagian krusial dalam upaya memperluas jangkauan eksplorasi manusia di tata surya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button