Gaya Hidup

Under the Volcano Bikin Harapan Baru di Venesia!

Jakarta, Maret.id — Pertunjukan teater “Under the Volcano” terpilih mewakili Indonesia dalam Festival Teater Internasional Venesia 2026 dan dijadwalkan tampil pada 16-17 Juni di Teatro alle Tese, Arsenale.

Produksi ini digarap oleh Bumi Purnati Indonesia dan disutradarai oleh Yusril Katil yang membawa karya panggung bertema bencana dan pemulihan ke kancah internasional.

Asal-Usul dan Inspirasi

Naskah “Under the Volcano” terinspirasi oleh peristiwa letusan Gunung Krakatau pada 1883 dan menyadur jejak sejarah dari Syair Lampung Karam karya Muhammad Saleh.
Kisah itu merekam ruptur sosial dan ekologis yang terjadi pada masyarakat pesisir serta konsekuensi panjang berupa trauma dan kemiskinan.

Alur dan Penggambaran Panggung

Di atas panggung, cerita dibuka dengan kehidupan masyarakat yang damai sebelum gempa, letusan, dan tsunami mengubah tatanan mereka.
Setelah bencana mereda, pertunjukan menyorot proses pemulihan yang lambat, upaya rekonstruksi, serta dinamika solidaritas antarwarga.

Perwujudan visual menggabungkan elemen ritual, gerak kolektif, dan simbolisme alam untuk menekankan dampak sosial dari tragedi alam.
Direksi artistik menempatkan fokus pada penanganan trauma kolektif serta bagaimana ingatan sejarah membentuk identitas komunitas.

Bahasa Tubuh, Musik, dan Unsur Lokal

Choreografi memadukan tari kontemporer dengan unsur silat Minangkabau yang memberi warna otentik pada gerak panggung.
Penataan artistik dipercayakan kepada Restu Imansari Kusumaningrum sementara dramaturgi dikerjakan oleh Rhoda Grauer untuk menyusun narasi visual yang koheren.

Penggunaan musik, suara, dan tata cahaya dirancang untuk menghadirkan suasana intens sekaligus ruang refleksi bagi penonton.
Perpaduan unsur tradisi dan kontemporer ini dimaksudkan untuk menjembatani pengalaman lokal dengan bahasa estetika teater internasional.

Pementasan di Venesia dan Pesan Kemanusiaan

Kehadiran “Under the Volcano” di Venesia dipandang sebagai peluang bagi karya teater Indonesia untuk mendapatkan pengakuan global dan dialog lintas budaya.
Pertunjukan membawa pesan tentang harapan, ketahanan, dan pentingnya solidaritas dalam menghadapi dampak bencana alami.

Tim kreatif dan para pemain akan memperkenalkan narasi lokal kepada penonton internasional sekaligus membuka ruang apresiasi terhadap warisan budaya Indonesia.
Partisipasi ini juga diharapkan mendorong kolaborasi artistik dan pertukaran ide antara pelaku seni dari berbagai negara.

Penampilan di Teatro alle Tese di Arsenale memberi kesempatan untuk menguji respons audiens global terhadap pendekatan naratif yang mengaitkan sejarah, ekologi, dan kemanusiaan.
Kepada publik, produksi ini menjadi ajakan untuk mengingat trauma masa lalu sekaligus memperkuat tekad kolektif dalam proses pemulihan.

Pertunjukan “Under the Volcano” akan menjadi salah satu kontribusi Indonesia dalam rangkaian festival yang menampilkan ragam teater kontemporer internasional.
Masyarakat dan pengamat seni di dalam negeri diharapkan mengikuti perkembangan karya ini sebagai bagian dari pencapaian seni pertunjukan Indonesia di panggung dunia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button