Gaya Hidup

Akademisi Ajak Orang Tua Jadi Kunci Nasionalisme Anak!

Jakarta, Maret.id — Akademisi Gemala Rabiah Hatta mengingatkan pentingnya peran orang tua sebagai pintu utama dalam membentuk rasa nasionalisme generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi pada era kontemporer. Pernyataan itu disampaikan dalam “Dialog Kilau Pancasila” yang digelar di Auditorium Abdurrahman Saleh, Jakarta, pada Kamis, 11 Juni 2026.

Keteladanan Orang Tua dalam Penggunaan Gawai

Gemala menyoroti kebiasaan orang tua yang kerap menggunakan ponsel saat berkumpul bersama keluarga sebagai contoh perilaku yang perlu diperbaiki. Ia menegaskan bahwa anak-anak sering meniru kebiasaan tersebut sehingga komunikasi langsung di dalam keluarga menjadi tergerus oleh layar gadget.

Komunikasi Keluarga sebagai Ruang Edukasi Nilai

Menurut Gemala, meja makan seharusnya dijadikan ruang untuk membangun komunikasi tanpa gangguan ponsel agar ikatan keluarga dan penanaman nilai-nilai kebangsaan dapat berlangsung alami. Ia menambahkan bahwa percakapan rutin antara orang tua dan anak akan memperkuat pemahaman mengenai tanggung jawab sosial dan identitas sebagai warga negara.

Pancasila Sebagai Landasan Pendidikan Sejak Dini

Gemala menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus ditanamkan sejak usia dini melalui praktik sehari-hari di lingkungan keluarga dan sekolah. Ia menyatakan bahwa pemahaman yang mendalam tentang Pancasila akan membantu generasi muda menghayati sikap toleransi, gotong-royong, dan penghargaan terhadap perbedaan pendapat.

Menjaga Keseimbangan antara Digitalisasi dan Nilai Tradisional

Meski menerima bahwa digitalisasi merupakan bagian tak terhindarkan dari kehidupan modern, Gemala mengingatkan perlunya mengimbangi penggunaan teknologi dengan pembiasaan nilai-nilai luhur. Ia mengajak orang tua untuk memanfaatkan teknologi sebagai alat pendidikan, bukan sebagai pengganti interaksi langsung yang membentuk karakter.

Praktik Internasional dan Pembatasan Usia

Gemala menyebut beberapa negara menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan ponsel pada usia tertentu demi menjaga kualitas komunikasi keluarga dan perkembangan anak. Ia mengingatkan agar kebijakan serupa dapat diadaptasi secara kontekstual di lingkungan lokal agar efek negatif gawai terhadap ikatan keluarga dapat diminimalkan.

Teladan Bung Hatta bagi Generasi Muda

Dalam kesempatan itu Gemala mengajak generasi muda meneladani semangat Bung Hatta, khususnya dalam menghargai perbedaan pendapat dan menumbuhkan kemandirian bangsa. Ia menekankan bahwa bangsa yang kuat adalah bangsa yang mendidik rakyatnya untuk berdikari dan tidak bergantung pada pihak lain.

Gemala juga menyoroti fenomena ketika anggota keluarga berkomunikasi melalui ponsel meskipun berada dalam satu rumah sebagai tanda bahwa kualitas interaksi keluarga perlu mendapat perhatian lebih. Ia mengimbau agar setiap keluarga membuat aturan sederhana yang membatasi penggunaan gawai di momen-momen penting seperti saat makan bersama atau waktu berkualitas keluarga.

Pesan yang disampaikan Gemala menegaskan bahwa pembentukan nasionalisme bukan semata tugas lembaga formal, melainkan tanggung jawab kolektif yang dimulai dari lingkup keluarga. Dengan pembiasaan yang konsisten dan keteladanan orang tua, ia optimistis generasi mendatang mampu mempertahankan nilai-nilai kebangsaan di tengah perubahan zaman.

Akhirnya, Gemala mengajak para pemangku kepentingan, pendidik, serta komunitas untuk bersama-sama mendesain strategi edukasi yang memadukan literasi digital dan pendidikan karakter. Langkah preventif dan konkrit sejak dini menurutnya adalah investasi penting untuk masa depan bangsa yang berdaulat dan berwibawa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button