Gaya Hidup

NASA Pamer Robotika Bikin Detektor Sinar Gamma!

Jakarta, Maret.id — NASA akan melakukan demonstrasi teknologi detektor sinar gamma bernama AstroPix dalam misi Fly Foundational Robots yang direncanakan diluncurkan pada akhir 2027, sebuah langkah penting untuk meningkatkan pengamatan fenomena kosmik berenergi tinggi. Demonstrasi ini memanfaatkan lengan robotik dari Rocket Lab untuk mengoperasikan modul pengujian di orbit dan menguji kemampuan detektor dalam kondisi luar angkasa sesungguhnya.

Tes Astropix di Orbit

AstroPix dirancang untuk mendeteksi sinar gamma pada rentang energi antara 20 ribu hingga 700 ribu elektron volt, rentang yang selama ini relatif kurang sensitif terhadap instrumen yang ada. Rentang energi tersebut jauh melampaui energi cahaya tampak yang hanya sekitar 2 hingga 3 elektron volt sehingga membutuhkan teknologi sensor yang khusus dan tahan kondisi ruang angkasa.

Instrumen serupa seperti Fermi Gamma-ray Space Telescope dan Neil Gehrels Swift Observatory telah membuka jendela pengamatan sinar gamma, namun sensitivitas pada kisaran 500 ribu hingga 1 juta elektron volt masih terbatas. AstroPix diharapkan mengisi celah ini dan memberikan data baru terkait peristiwa kosmik ekstrem.

Teknologi dan Desain

Setiap chip AstroPix dilengkapi empat detektor sinar gamma berbasis silikon dengan total 1.225 piksel pada setiap detektor, bekerja mirip dengan sensor kamera modern namun dioptimalkan untuk foton energi tinggi. Modul muatan AstroPix yang dikenal sebagai A-STEP akan ditempatkan pada modul Orbital Replacement Unit untuk diuji dan dioperasikan di orbit.

Perangkat ini dikembangkan di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA (Goddard Space Flight Center) di Greenbelt, Maryland, dan mengandalkan kemampuan robotik untuk pemasangan dan pengoperasian. Rocket Lab menyediakan lengan robotik yang akan mengendalikan modul tersebut saat berada di orbit, sehingga memungkinkan pengujian dalam lingkungan luar angkasa yang sebenarnya.

Tujuan Ilmiah dan Tantangan

Salah satu tujuan utama pengujian ini adalah memahami fenomena seperti gamma-ray burst dan aktivitas galaksi yang digerakkan oleh lubang hitam, yang memancarkan sinar gamma pada energi sangat tinggi. Selain itu, sinar gamma juga bisa berasal dari peristiwa lokal seperti petir atmosfer Bumi dan suar matahari, sehingga data dari AstroPix berpotensi memperkaya pemahaman lintas disiplin.

Sebelumnya, pengujian detector generasi baru umumnya dilakukan melalui balon ilmiah atau roket suborbital yang tidak selalu meniru kondisi orbit penuh. Pelaksanaan uji coba di orbit melalui Fly Foundational Robots menjadi kesempatan unik untuk melihat performa AstroPix dalam kondisi operasi sesungguhnya.

Kolaborasi dan Dampak Masa Depan

Proyek ini melibatkan kolaborasi antara unit-unit di NASA dan mitra industri yang menyediakan platform robotik, menandai sinergi teknologi antara lembaga riset dan sektor swasta. Keberhasilan demonstrasi diharapkan membuka jalan bagi integrasi detektor serupa dalam misi ilmiah masa depan serta meningkatkan kemampuan pengamatan terhadap fenomena kosmik ekstrem.

Anggota tim AstroPix, Dan Violette, mengatakan bahwa Fly Foundational Robots merupakan peluang ideal untuk menilai performa teknologi ini di lingkungan operasional yang realistis. Jika uji coba sukses, AstroPix dapat menjadi pionir bagi generasi instrumen sinar gamma berikutnya yang mampu menjawab pertanyaan mendasar tentang alam semesta berenergi tinggi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button