Gaya Hidup

Wamenkes Dante: Lansia Bukan Beban, Aset Keren Bangsa!

Jakarta, Maret.id — Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa lansia bukanlah beban, melainkan aset berharga bangsa yang wajib dijaga kesehatannya dan kemandiriannya demi keberlanjutan pembangunan nasional. Pernyataan itu disampaikan saat sambutan dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Kesehatan 2026 di Jakarta pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Pesan Utama dari HLUN 2026

Dante menekankan bahwa peningkatan jumlah lansia harus dipandang sebagai peluang untuk memanfaatkan pengalaman dan kearifan mereka demi kemajuan sosial-ekonomi. “Lansia bukan beban, melainkan aset berharga bangsa yang kaya pengalaman, kearifan, serta menjadi teladan bagi generasi muda,” ujarnya di hadapan peserta acara.

Data Kependudukan dan Implikasi Kesehatan

Menurut Wakil Menteri, hampir 12 persen penduduk Indonesia kini berstatus lansia, dengan jumlah yang diperkirakan mencapai sekitar 40 juta jiwa. Ia menambahkan bahwa 16 provinsi telah memasuki fase penuaan penduduk sehingga diperlukan kebijakan dan sistem layanan kesehatan yang lebih responsif dan ramah lanjut usia.

Dante juga memaparkan hasil skrining kesehatan yang menunjukkan sekitar 2,8 persen lansia mengalami ketergantungan sedang hingga total. Kondisi ini menegaskan kebutuhan mendesak akan layanan perawatan jangka panjang yang memadai di berbagai daerah.

Transformasi Layanan Kesehatan Lansia

Sebagai respons, Kementerian Kesehatan terus memperkuat transformasi layanan kesehatan khusus lansia, termasuk pengembangan layanan geriatri terpadu di rumah sakit. Saat ini, kata Dante, sekitar 87 persen puskesmas telah bertransformasi menjadi puskesmas yang ramah dan santun terhadap lansia, langkah yang dinilai krusial untuk layanan dasar yang lebih mudah diakses.

Selain fasilitas klinis, Kemenkes juga mengembangkan ekosistem pendukung yang meliputi kesehatan fisik dan mental, pemanfaatan teknologi, peningkatan literasi finansial bagi lansia, serta pembinaan caregiver. Pendekatan komprehensif ini dimaksudkan untuk menjaga kualitas hidup lansia secara menyeluruh.

Tanggung Jawab Lintas Sektor

Dante menegaskan bahwa masalah kesehatan lansia bukan hanya menjadi urusan sektor kesehatan semata, tetapi menyentuh aspek sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat secara lebih luas. Dengan lansia yang sehat dan mandiri, menurutnya, keluarga akan lebih sejahtera dan masyarakat dapat mempertahankan produktivitas yang berkelanjutan.

“Lansia sehat berarti keluarga bahagia dan lansia mandiri berarti masyarakat produktif. Lansia bermartabat berarti bangsa yang beradab,” tutup Dante dalam sambutannya, mengingatkan pentingnya kebijakan yang memihak dan inklusif.

Penekanan pada upaya pencegahan, deteksi dini, dan perawatan terpadu untuk lansia disebut sebagai langkah strategis yang harus diprioritaskan di tingkat pusat maupun daerah. Para pemangku kepentingan diharapkan memperluas kerja sama lintas sektor untuk memastikan bahwa kebijakan dan program yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan lansia di seluruh negeri.

Upaya memperkuat kapasitas layanan, peningkatan kualitas tenaga kesehatan, serta pemanfaatan teknologi kesehatan diharapkan mampu menopang strategi jangka panjang. Dengan demikian, kontribusi lansia bagi pembangunan nasional dapat terus dipertahankan dan dimaksimalkan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button