Gaya Hidup

Pameran Weaving Wonders Bikin Tenun NTT Go Viral!

Jakarta, Maret.id — Pameran Weaving Wonders: The Spirit of NTT resmi dibuka di Tugu Kunstkring Paleis, Jakarta Pusat, menampilkan ragam kain tenun dan produk pangan khas Nusa Tenggara Timur sebagai penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Pameran yang diselenggarakan oleh Yayasan Bambu Lingkungan Lestari bersama Uma Nusantara ini digelar mulai 14 hingga 27 Juni 2026 dan menghadirkan pameran, kuliner, serta dialog publik dengan berbagai narasumber.

Pameran Angkat Tenun NTT ke Panggung Jakarta

Acara pembukaan berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026 dan dihadiri oleh tokoh pemerintahan daerah, pegiat budaya, serta perwakilan komunitas pengrajin. Penyelenggara berharap pameran dapat memperluas pasar dan meningkatkan apresiasi publik terhadap tenun NTT sebagai karya seni dan produk bernilai ekonomi.

Strategi Pelestarian dan Pemberdayaan

Pelestari arsitektur dan pegiat kebudayaan Yori Antar menilai model pelestarian yang diimplementasikan di Desa Adat Wae Rebo menunjukkan potensi besar pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Menurutnya, praktik seperti Jalur Tenun Sumba yang membangun rumah tenun bagi komunitas lokal menjadi contoh konkret bagaimana budaya bisa diposisikan sebagai sumber pendapatan yang berkelanjutan.

Yori Antar menjelaskan bahwa pengelolaan rumah tenun mengubah pola pemasaran sehingga pembeli didorong datang langsung untuk menyaksikan proses pembuatan kain. “Kain tenun bukan sekadar produk, melainkan karya budaya yang menyimpan jiwa dan identitas para penenun,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa satu kain tenun bisa memakan waktu 6-10 bulan pengerjaan oleh satu perajin.

Perempuan Penenun sebagai Pilar Ekonomi

Ketua Tim Penggerak PKK NTT, Mindriyati Astiningsih, menyoroti peran dominan perempuan dalam produksi tenun yang sekaligus menjadi penopang ekonomi keluarga. Ia menyatakan bahwa sebagian besar perajin adalah ibu-ibu yang membagi waktu antara aktivitas pertanian, pekerjaan domestik, dan menenun hingga larut malam.

Mindriyati mengimbau publik untuk memberi apresiasi lebih besar terhadap karya penenun lokal karena dukungan konsumen dapat memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan menjaga kelestarian tradisi. Dukungan itu, menurutnya, penting untuk menjamin kesinambungan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan komunitas pengrajin.

Agenda dan Harapan untuk Keberlanjutan

Selain pameran kain, pengunjung juga dapat menikmati sajian kuliner khas NTT dan mengikuti dialog tentang pelestarian budaya serta model bisnis kreatif masyarakat. Penyelenggara berharap pameran ini mendorong kolaborasi antara perajin, pelaku usaha, dan pemerintah daerah untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan kualitas produk.

Pameran Weaving Wonders diharapkan menjadi momentum bagi naiknya nilai ekonomis tenun NTT, sekaligus memperkuat identitas budaya daerah dalam ekonomi kreatif nasional. Masyarakat dan pelaku industri diundang memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, berjejaring, dan memberikan dukungan nyata kepada para perajin lokal.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button