Pungli Wisatawan di Danau Toba, Pelaku Sudah Ketangkep!

Jakarta, Maret.id — Video dugaan praktik pungutan liar terhadap wisatawan yang berkunjung ke Bukit Anduhur, Kecamatan Sianjur Mula-Mula, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, kembali viral di media sosial dan memicu perhatian publik. Dalam rekaman yang beredar terlihat seorang pria mengancam akan merusak kendaraan bila tidak menerima uang, sehingga korban akhirnya memberikan Rp20.000 dan meninggalkan lokasi.
Kronologi Kejadian
Rekaman yang tersebar menunjukkan pria berkaus merah berdebat dengan pengunjung yang sedang berfoto di lokasi pemandangan Danau Toba itu. Peristiwa tersebut diklaim terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026, ketika lokasi wisata itu mulai dikenal oleh masyarakat luas dan dikunjungi wisatawan lokal.
Video memperlihatkan pelaku membawa batu saat menuntut uang dari wisatawan dan mengancam akan merusak mobil bila tuntutannya tidak dipenuhi. Karena merasa terancam, pengunjung memilih menyerahkan uang sebesar Rp20.000 sebelum meninggalkan tempat.
Penangkapan dan Proses Hukum
Polres Samosir memastikan pelaku berinisial BS telah diamankan sejak video pertama kali menjadi viral, kata Kasat Reskrim Polres Samosir AKP Edward Sidauruk. Polisi menyatakan bahwa BS sudah meminta maaf kepada korban dan mendapat pembinaan dari aparat setelah diamankan.
Menurut penyelidikan awal, BS merupakan warga setempat yang menyediakan layanan parkir dan fasilitas kamar mandi bagi pengunjung di lokasi itu. Perselisihan dilaporkan bermula dari klaim pengelolaan lahan oleh pelaku dan permintaan uang kepada wisatawan yang datang.
Imbauan Kepolisian
Pihak kepolisian mengimbau agar seluruh pelaku usaha pariwisata di sekitar Danau Toba menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung demi menjaga citra destinasi nasional tersebut. Polisi juga meminta masyarakat yang menjadi korban praktik pungutan liar untuk melapor agar penanganan hukum bisa berjalan sesuai prosedur.
Polres Samosir menegaskan tindakan cepat penegak hukum dimaksudkan untuk mencegah eskalasi dan mengembalikan rasa aman bagi wisatawan yang berkunjung. Langkah itu dinilai penting untuk mempertahankan kepercayaan publik terhadap kawasan wisata Danau Toba.
Dampak terhadap Pariwisata Lokal
Kasus ini menyulut kekhawatiran akan dampak negatif terhadap citra pariwisata Danau Toba apabila tindakan serupa tidak segera ditangani. Pelaku usaha wisata diminta berkoordinasi dengan aparat setempat untuk menerapkan aturan dan standarisasi layanan kepada pengunjung.
Pengelola lokasi dan warga sekitar diharapkan meningkatkan edukasi serta mekanisme pengelolaan lokasi wisata agar konflik serupa tidak terulang dan para wisatawan merasa aman saat menikmati panorama Danau Toba. Pemerintah daerah dan pihak terkait juga diharapkan memperkuat pengawasan demi stabilitas sektor pariwisata setempat.