Gaya Hidup

Dinas Kesehatan Bekasi: Remaja Ternyata Idap Hipertensi dan Diabetes?

Jakarta, Maret.id — Dinas Kesehatan Kota Bekasi menemukan sejumlah anak remaja berusia sekitar 10 sampai 15 tahun terdeteksi mengidap hipertensi dan diabetes dalam kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di sekolah-sekolah setempat.

Temuan CKG di Sekolah

Hasil pemeriksaan yang dilakukan di beberapa sekolah di wilayah Kabupaten dan Kota Bekasi menunjukkan adanya indikasi tekanan darah tinggi dan kadar gula darah yang tidak normal pada kelompok usia belasan tahun. Temuan ini tercatat selama pelaksanaan program CKG yang menyasar pelajar melalui layanan jemput bola dari Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat.

Data lapangan memperlihatkan rentang usia penderita mayoritas antara 10 hingga 15 tahun, dan kasus tersebut memicu perhatian pihak kesehatan setempat untuk melakukan tindak lanjut. Pengukuran kesehatan dilakukan di lingkungan sekolah dengan dukungan tenaga medis dari puskesmas sehingga deteksi dini dapat segera dilakukan.

Penyebab yang Diduga

Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan Kota Bekasi, Ella Ramaliawaty, menduga pola konsumsi dan gaya hidup menjadi faktor utama munculnya hipertensi dan diabetes pada anak-anak. “Banyaknya konsumsi minuman tinggi gula dan rendahnya aktivitas fisik pada anak berkontribusi besar terhadap temuan ini,” ujarnya.

Ella menambahkan bahwa kebiasaan jajan sembarangan di lingkungan sekolah dan durasi bermain gadget yang panjang turut memperburuk kondisi kesehatan anak. Faktor-faktor ini menurutnya berpotensi menciptakan lingkungan berisiko yang mempercepat munculnya penyakit tidak menular pada usia muda.

Imbauan bagi Orang Tua

Dinas Kesehatan meminta orang tua untuk lebih memperhatikan pola makan dan aktivitas fisik anak, termasuk menyeimbangkan asupan antara lauk pauk, karbohidrat, sayuran, dan buah. Saran lain yang diulang adalah agar orang tua mempertimbangkan membawa bekal sehat ke sekolah sehingga asupan anak lebih terkontrol dan terjamin dari sisi nutrisi.

Pihak kesehatan juga menganjurkan pengurangan konsumsi minuman manis dan camilan tinggi gula di kantin sekolah, serta peningkatan kesempatan beraktivitas fisik harian untuk anak. Orang tua diharapkan membatasi waktu layar gadget dan mendorong kegiatan olahraga ringan secara rutin.

Pelaksanaan Program CKG dan Tindak Lanjut

Program CKG di Kota Bekasi akan terus digalakkan tidak hanya untuk kalangan dewasa tetapi juga untuk anak-anak dan remaja dengan pendekatan jemput bola ke sekolah. Pelaksanaan dilakukan oleh Dinas Kesehatan bersama puskesmas setempat untuk memastikan cakupan pemeriksaan lebih luas dan memudahkan akses deteksi dini.

Berdasarkan hasil CKG, pihak berwenang akan merencanakan rujukan atau intervensi gizi dan pola hidup bagi siswa yang terdeteksi berisiko tinggi, termasuk edukasi gizi bagi orang tua dan guru. Sekolah diimbau meningkatkan pengawasan terhadap jenis makanan yang dijual di lingkungan sekolah serta menyediakan waktu untuk aktivitas fisik terstruktur.

Respons lintas sektor dinilai penting untuk menekan angka kasus penyakit tidak menular pada anak, karena intervensi harus menyentuh aspek keluarga, sekolah, dan layanan kesehatan. Monitoring berkala dan kolaborasi antara Dinas Kesehatan, puskesmas, sekolah, dan orang tua akan menjadi kunci menurunkan risiko dan mencegah dampak jangka panjang pada generasi muda.

Dinas Kesehatan menegaskan bahwa deteksi dini melalui program seperti CKG merupakan langkah preventif yang krusial untuk mencegah perkembangan komplikasi serius. Upaya pencegahan dan edukasi yang konsisten diharapkan mampu mengubah pola hidup anak sehingga kasus hipertensi dan diabetes pada usia produktif dapat diminimalkan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button