Gaya Hidup

Kaltim Bikin Pusat Jantung Modern, Rujukan Berkurang!

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meresmikan Gedung Jantung Terpadu Awang Faroek Tower di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan jantung dan mengurangi kebutuhan rujukan pasien ke luar daerah.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud secara resmi membuka fasilitas tersebut yang dirancang untuk menjadi pusat rujukan jantung regional. Fasilitas baru tersebut dilengkapi teknologi modern termasuk catheterization laboratory (cath lab) dan ruang operasi berstandar Modular Operating Theater (MOT).

Fasilitas dan Teknologi

Gedung Jantung Terpadu dibangun dengan fokus meningkatkan kapasitas diagnostik dan intervensi jantung. Selain cath lab dan MOT, manajemen rumah sakit mengimplementasikan sistem Smart RSKD yang memungkinkan pemantauan pasien secara real-time dari ambulans hingga ruang perawatan.

Sistem pemantauan terintegrasi ini diharapkan mempercepat respons medis saat pasien tiba di rumah sakit. Penggunaan teknologi juga mencakup pencatatan elektronik dan alur kerja digital untuk meningkatkan koordinasi antarunit.

Upaya Peningkatan Sumber Daya Manusia

Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan bahwa peningkatan infrastruktur harus diiringi penguatan kompetensi tenaga kesehatan. “Kita tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga membangun kualitas SDM,” ujarnya, seraya menekankan pentingnya pelayanan yang ramah meskipun fasilitas canggih.

Pemerintah daerah akan memfokuskan program pelatihan dan rekrutmen tenaga spesialis jantung agar layanan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Penguatan SDM juga mencakup manajemen rumah sakit dan tata kelola layanan untuk menjaga mutu jangka panjang.

Target Pengurangan Rujukan dan Cakupan Layanan

Pemprov Kaltim berharap Awang Faroek Tower dapat memperluas akses layanan kesehatan spesialis bagi masyarakat di seluruh provinsi. Dengan hadirnya pusat jantung ini, rujukan pasien ke luar daerah diharapkan berkurang signifikan sehingga biaya dan waktu perawatan dapat ditekan.

Plt Direktur RSKD Balikpapan drg. Ahmad Jais menyatakan pembangunan gedung dilatarbelakangi tingginya kebutuhan penanganan penyakit jantung di Kaltim. Dalam tiga tahun terakhir, rumah sakit mencatat 2.238 kasus penyakit jantung, menurut data internal yang disampaikan pihak rumah sakit.

Angka operasi jantung terbuka yang dicatat RSKD juga menjadi salah satu tolok ukur kapasitas layanan. Rumah sakit melaporkan telah melakukan 40 operasi bedah jantung terbuka atau Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) dengan tingkat keberhasilan dilaporkan mencapai 95 persen.

Dengan fasilitas baru, berbagai tindakan medis dapat dilakukan langsung di Balikpapan tanpa harus merujuk ke rumah sakit di luar provinsi. Layanan yang tersedia meliputi angiografi koroner, pemasangan ring atau stent jantung, pemasangan temporary pacemaker, hingga operasi jantung terbuka.

Kehadiran Awang Faroek Tower juga diharapkan mendorong penelitian klinis dan program pencegahan penyakit kardiovaskular yang lebih luas. Inisiatif ini dipandang perlu untuk menurunkan beban penyakit jantung melalui deteksi dini dan edukasi masyarakat.

Pihak rumah sakit menyebut bahwa selain fasilitas dan teknologi, upaya menjaga mutu layanan memerlukan tata kelola yang baik serta komitmen pelayanan profesional dari seluruh tenaga kesehatan. Manajemen menegaskan bahwa pelayanan ramah dan profesional merupakan bagian penting dari keberhasilan layanan kesehatan.

Ke depan, Pemprov Kaltim dan jajaran RSKD berencana memperkuat kerja sama dengan institusi medis nasional dan internasional untuk pengembangan layanan spesialis jantung. Langkah tersebut dinilai strategis untuk meningkatkan kapabilitas diagnostik, intervensi, dan rehabilitasi pasien jantung di wilayah Kalimantan Timur.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button