Gaya Hidup

Mahasiswa Universitas Udayana Menang Essay Contest Beswan Djarum!

Jakarta, Maret.id — Mahasiswa Universitas Udayana, Gabriella Sianturi, dinyatakan sebagai pemenang Essay Contest Beswan Djarum 2025/2026 berkat gagasan tentang inklusi bagi penyandang disabilitas tak tampak. Pengumuman kemenangan itu disampaikan usai final nasional yang digelar di Bali pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Gagasan VISI sebagai Solusi Inklusi

Gabriella mengusulkan konsep bernama VISI yang terdiri dari verifikasi, identitas, dan edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan akses layanan publik bagi penyandang disabilitas tak tampak. Menurutnya, langkah sistematis itu bertujuan memastikan pengakuan kebutuhan khusus sekaligus memperbaiki prosedur layanan sehingga lebih responsif dan adil.

Inspirasi Pribadi dan Tujuan Sosial

Ide itu muncul dari pengalaman keluarga Gabriella dalam menghadapi tantangan disabilitas tak tampak sehingga mendorongnya mencari solusi praktis untuk masyarakat luas. Ia berharap gagasan tersebut tidak hanya menjadi tulisan akademis tetapi dapat diadopsi oleh pembuat kebijakan dan penyedia layanan publik.

Peran Pembinaan Beswan Djarum

Gabriella menyatakan bahwa pengalaman sebagai penerima Djarum Beasiswa Plus memperkuat kapasitasnya menyusun esai secara komprehensif melalui pembinaan karakter dan kepemimpinan. Program tersebut menurutnya membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta kepedulian terhadap masalah sosial yang nyata.

Peringkat dan Tema Pemenang Lainnya

Juara kedua diraih oleh Rafiqoh Wahidah dari Program Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu dengan esai berjudul “Di Balik Pintu Toilet Masjid, Sanitasi Belum Berpihak pada Perempuan”. Sementara juara ketiga ditempati Caroline Noel Amaris Purnomo dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang melalui tulisan berjudul “Di Balik Zona Nyaman Semu: Krisis Hubungan Autentik di Era AI Companion”.

Sejarah dan Skala Kompetisi

Essay Contest Beswan Djarum digelar sebagai agenda tahunan bagi penerima Djarum Beasiswa Plus sejak 2005 dan telah menjadi wadah ekspresi gagasan sosial dari kalangan mahasiswa. Kompetisi tahun ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi yang sebelumnya melalui seleksi tingkat regional sebelum menuju babak final nasional.

Kemenangan Gabriella menjadi sorotan karena memberi ruang bagi isu disabilitas tak tampak yang sering luput dari perhatian publik. Para juri menilai esai pemenang memiliki kombinasi analisis masalah yang tajam dan rekomendasi kebijakan yang aplikatif.

Panitia menyatakan bahwa ajang seperti ini diharapkan dapat memicu implementasi gagasan-gagasan yang lahir dari generasi penerima beasiswa ke dalam praktik nyata layanan publik. Selain penghargaan, kompetisi juga membuka peluang jaringan dan dialog antara akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan.

Gabriella menutup pernyataannya dengan harapan agar ide VISI dapat diperbincangkan lebih luas dan diuji coba dalam skala kecil terlebih dahulu sebagai pilot project. Dengan demikian, langkah konkret menuju layanan publik yang inklusif bagi penyandang disabilitas tak tampak diharapkan dapat segera dimulai.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button