BPJS Kesehatan: Satu Juta Anak Muda Idap Hipertensi!

Jakarta, Maret.id — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencatat lebih dari satu juta peserta usia di bawah 45 tahun terdiagnosis hipertensi, sementara sekitar 400 ribu jiwa di usia produktif didiagnosis menderita diabetes melitus. Temuan ini muncul dari data skrining kesehatan massal yang dilakukan lembaga tersebut sebagai bagian dari program promotif dan preventif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Hasil skrining dan cakupan peserta JKN
Sebanyak 79 juta peserta JKN tercatat telah menjalani skrining riwayat kesehatan, yang mengidentifikasi 23 juta warga berisiko hipertensi dan 17 juta berisiko diabetes melitus. Angka kepesertaan program JKN dilaporkan telah menjangkau lebih dari 285 juta jiwa, atau sekitar 98 persen penduduk Indonesia menurut catatan BPJS Kesehatan.
Momentum Health Fun Run di GBK
BPJS Kesehatan menggelar acara olahraga massal bertajuk Health Fun Run di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Minggu, 28 Juni 2026, seiring peringatan ulang tahun lembaga yang ke-58. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong pembiasaan hidup sehat sebagai upaya menekan angka penyakit tidak menular di kalangan generasi muda.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito hadir dan turut memeriahkan acara tersebut. Prihati menekankan bahwa pendekatan promotif dan preventif penting untuk menekan beban biaya kesehatan di masa depan.
Pesan untuk generasi muda dan sinergi nasional
Prihati mengatakan kebiasaan berolahraga secara teratur merupakan investasi kesehatan jangka panjang dan menegaskan perlunya kartu peserta BPJS tetap aktif untuk perlindungan. “Kegiatan ini utamanya promotif preventif untuk mencegah hipertensi dan diabetes pada usia muda, membantu program pemerintah dan Kementerian Kesehatan, karena biaya kesehatan akan rendah jika kita mencegah penyakit,” ujarnya.
Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menyampaikan pesan agar masyarakat tidak menunda kebiasaan hidup sehat dan olahraga. “Hidup sehat itu jangan dimulai dari besok, mulai dari sekarang juga; terutama untuk anak-anak muda karena sehat itu mahal dan penting,” kata Raffi.
BPJS Kesehatan juga menunjukkan kesiapan layanan primer dan rujukan sebagai bagian dari strategi pencegahan. Layanan didukung 23.682 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) serta kemitraan dengan 3.221 rumah sakit dan klinik utama di seluruh Indonesia untuk memperkuat akses layanan kesehatan.
Langkah kecil berdampak besar
Penyelenggara berharap kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki, berolahraga ringan secara rutin, dan pola makan sehat dapat mengurangi prevalensi penyakit tidak menular pada generasi muda. Dengan pembiasaan tersebut, BPJS Kesehatan menilai sistem jaminan kesehatan nasional akan bertahan lebih berkelanjutan dan mendukung terwujudnya generasi sehat menuju 2045.
Langkah pencegahan dini oleh individu dan sinergi antarinstansi, kata para narasumber, menjadi kunci untuk menekan beban penyakit kronis serta menjaga keberlanjutan pembiayaan layanan kesehatan publik.