Gaya Hidup

Samsung, SK hynix, dan Micron Ketahuan Atur Harga DRAM?

Jakarta, Maret.id — Sebuah gugatan class action diajukan ke Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara California pada 25 Juni 2026 yang menuduh Samsung Electronics, SK hynix, dan Micron melakukan koordinasi ilegal untuk membatasi pasokan DRAM dan memanipulasi harga. Gugatan tersebut menyebut sekitar 17 penggugat yang mengklaim praktik terkoordinasi itu mendorong kenaikan harga DRAM hingga 700 persen dalam setahun terakhir.

Isi Gugatan dan Landasan Hukum

Gugatan berjudul Garciaguirre et al. v. Samsung Electronics Co., Ltd. mengacu pada Pasal 1 Undang-Undang Sherman (Sherman Antitrust Act Section 1) sebagai dasar tuntutan antimonopoli. Para penggugat menuduh adanya kontrak, konspirasi, atau persekongkolan yang secara tidak wajar menghambat perdagangan bebas di pasar DRAM global.

Tuduhan Terhadap Strategi Produksi

Dalam gugatan, ketiga perusahaan dituduh memanfaatkan peralihan terkoordinasi ke teknologi high-bandwidth memory (HBM) sebagai alasan untuk memangkas produksi modul DDR3 dan DDR4 yang lebih tua. Para penggugat berpendapat bahwa pengurangan ini bukan semata karena perubahan teknologi, melainkan strategi untuk menciptakan kelangkaan dan mendorong harga naik ke level tertinggi.

HBM dan Dampaknya pada Rantai Pasok

HBM, yang terdiri dari beberapa chip DRAM yang ditumpuk secara vertikal dan terhubung langsung ke prosesor, digunakan luas pada akselerator kecerdasan buatan dan perangkat berkinerja tinggi. Menurut gugatan, fokus industri pada HBM mempersempit penawaran DRAM komoditas sehingga memicu tekanan harga pada produk DDR generasi sebelumnya.

Sejarah Pelanggaran dan Denda

Kasus ini mengingatkan kembali riwayat penegakan hukum terhadap industri memori; SK hynix pernah mengakui kesalahan dan membayar denda sebesar US$185 juta pada April 2005, sedangkan Samsung membayar denda US$300 juta pada November 2005. Catatan masa lalu ini menjadi bagian dari konteks yang dikemukakan penggugat untuk mendukung klaim adanya perilaku berulang di pasar DRAM.

Hambatan Masuk dan Struktur Pasar

Para penggugat menyoroti tingginya biaya dan waktu pembangunan pabrik DRAM baru sebagai hambatan masuk yang signifikan, sehingga mengurangi kemungkinan pesaing baru memasuki pasar dengan cepat. Kondisi tersebut dinilai memberikan ruang bagi pemain besar untuk memangkas produksi tanpa takut kehilangan pangsa pasar akibat persaingan harga.

Siapa Penggugat dan Tuntutannya

Para penggugat terdiri dari 14 individu serta tiga usaha kecil di sektor komputer, termasuk Troy’s Computers dan perusahaan layanan perbaikan komputer My Florida PC di Florida. Mereka mengutip kenaikan harga perangkat seperti iPad dan Mac sebagai contoh tekanan pasar akibat naiknya biaya DRAM, dan menuntut pengakuan status gugatan kelompok, perintah pengadilan untuk menghentikan praktik yang diduga melanggar, serta ganti rugi tiga kali lipat.

Potensi Dampak dan Langkah Selanjutnya

Jika hakim menerima gugatan kelompok dan bukti selanjutnya menguatkan klaim koordinasi, keputusan pengadilan bisa berdampak luas pada rantai pasok semikonduktor dan kebijakan harga produsen memori. Proses litigasi ini diperkirakan akan berlanjut dengan fase penemuan bukti (discovery) yang dapat mengungkap komunikasi internal dan kebijakan produksi ketiga perusahaan.

Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan pemain utama industri memori yang produk dan strateginya berpengaruh pada berbagai sektor teknologi, mulai dari perangkat konsumen hingga pusat data. Pengamatan terhadap perkembangan proses persidangan akan menjadi penting untuk menilai apakah tuduhan tersebut akan berujung pada perubahan praktik industri atau penyelesaian di luar pengadilan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button