Gaya Hidup

Ebru Aydin Bawa Nuansa Analog!

Jakarta, Maret.id — Fotografer Muslimah Ebru Aydin menyatakan bahwa pameran fotografi berjudul “Labbayk: Here I Am” memanfaatkan pendekatan kamera analog untuk menghadirkan nuansa visual yang lebih personal dan bermakna.

Pendekatan Kamera Analog

Ebru menjelaskan bahwa beberapa karya dalam pameran dibuat dengan kamera analog untuk menangkap momen ibadah haji secara lebih intim. Pendekatan ini dipilih agar setiap bingkai menyampaikan lapisan emosi dan kesunyian yang sulit direkam oleh teknik digital semata.

Beberapa foto menonjolkan butiran dan tekstur yang khas dari medium analog sehingga menghasilkan kesan kehadiran fisik pada tiap citra. Teknik pencetakan dan proses darkroom turut berkontribusi pada karakter visual yang ingin ditonjolkan oleh perupa.

Kurasi dan Seleksi Karya

Ebru menyatakan bahwa tiap karya dipilih dan dikurasi secara khusus untuk merepresentasikan pengalaman spiritual yang mendalam. Proses kuratorial dilakukan dengan pertimbangan narasi individual sekaligus kolektif dari seorang peziarah.

Menurutnya, pilihan gambar bukan semata dokumentasi perjalanan tetapi sebuah upaya merangkum momen penderitaan, harapan, dan kesyukuran yang ditemukan selama prosesi haji. Pengaturan urutan foto dalam pameran juga dibuat agar pengunjung dapat mengikuti ritme emosional perjalanan spiritual tersebut.

“Ebu ide saya adalah karena ini seperti hadiah dari Makkah, saya ingin menampilkan foto-foto ini dengan cara yang lebih menarik,” ujarnya usai pembukaan pameran di Pusat Kebudayaan Belanda (Erasmus Huis), Jakarta Selatan, Selasa, 19 Mei 2026.

Presentasi dan Ruang Pamer

Pameran diselenggarakan di ruang pamer Pusat Kebudayaan Belanda yang menyediakan suasana terkontrol untuk menyimak setiap detail foto. Penataan ruang dan pencahayaan menjadi bagian penting dalam upaya memastikan pengalaman visual dan spiritual pengunjung berjalan selaras.

Pihak kurator menempatkan beberapa karya pada titik-titik yang memungkinkan jeda reflektif sehingga pengunjung dapat lebih lama menyerap makna tiap citra. Langkah ini juga bertujuan memberikan ruang bagi dialog personal antara karya dan penikmat seni.

Tanggapan Pengunjung dan Tujuan Pameran

Sejumlah pengunjung melaporkan rasa tersentuh dan terpanggil saat melihat rangkaian foto yang ditampilkan, terutama karya-karya yang menonjolkan momen intim selama ibadah. Pameran diharapkan membuka ruang refleksi lintas keyakinan dan latar budaya.

Ebru berharap karya-karyanya dapat berfungsi sebagai jembatan pemahaman atas pengalaman spiritual yang seringkali bersifat sangat pribadi namun memiliki resonansi universal. Pameran ini juga dimaksudkan untuk memperlihatkan bagaimana medium fotografi dapat menjadi alat narasi pengalaman iman.

Penyelenggaraan “Labbayk: Here I Am” di Jakarta menambah variasi wacana seni kontemporer yang mengangkat tema keagamaan dan perjalanan batin. Pameran diharapkan memicu diskusi lanjutan mengenai etika dokumentasi ritual serta estetika representasi spiritual di ranah publik.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button