Gozali Bocorkan Proyek Semesta Gila!

Jakarta, Maret.id — Sutradara Charles Gozali mengungkap rencana besar pengembangan semesta film Qodrat yang akan terhubung secara langsung dengan proyek Badut Gendong dalam paparan yang disampaikannya di sebuah festival film pekan lalu. Ia memaparkan struktur naratif semesta itu dengan formula yang ia sebut “3 plus 1 plus penutup”.
Format Semesta: 3 plus 1 plus penutup
Charles menjelaskan bahwa inti dari rencananya adalah trilogi Qodrat yang berpuncak pada Qodrat 3. Ia menambahkan bahwa elemen “plus satu” merujuk pada Badut Gendong 2 yang nantinya akan menyambungkan cerita-cerita utama.
Rangkaian tersebut, menurut Charles, akan ditutup oleh satu film penutup sebagai akhir dari keseluruhan semesta. Ia menyebut semesta ini dirancang agar hubungan antarfilm terasa organik dan memberikan ruang bagi ekspansi cerita.
Badut Gendong sebagai Titik Keterhubungan
Charles menegaskan bahwa Badut Gendong pertama merupakan origin bagi musuh yang akan muncul kembali di Badut Gendong 2. Ia menyebut karakter-karakter di Badut Gendong akan menjadi kunci untuk memahami ancaman yang dihadapi oleh tokoh Qodrat.
Rencana ini memungkinkan alur lintas judul yang memperkenalkan latar belakang antagonis sebelum benturan klimaks terjadi di film-film Qodrat. Pendekatan seperti ini dimaksudkan untuk memperkaya dunia fiksi dan menambah lapisan mitologi yang dapat dieksplorasi.
Perjuangan Produksi dan Strategi Menggaet Investor
Charles menceritakan bagaimana produksi Qodrat pertama menghadapi skeptisisme pada tahap awal pengembangan. Banyak pihak ragu karena konsep film yang memadukan sosok ustadz dengan genre horor aksi dianggap tidak lazim.
Untuk meyakinkan investor, tim produksi membuat cuplikan adegan continuous one shot hampir empat menit yang diambil selama dua hari pada Desember 2020. Cuplikan tersebut dipakai sebagai alat demonstrasi agar pihak pendana melihat potensi visual dan naratif proyek.
Dampak Pandemi pada Jadwal Syuting
Proses syuting Qodrat juga sempat terimbas pandemi COVID-19 sehingga beberapa jadwal berubah dan lokasi dipindahkan. Adegan pertarungan terakhir yang awalnya direncanakan di Gunung Kidul dipindahkan ke kawasan Cisarua setelah jeda produksi.
Perpindahan lokasi dan penundaan ini menambah beban logistik namun tak menghentikan upaya tim untuk menyelesaikan film sesuai visi. Charles menyatakan pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting dalam pengelolaan produksi berskala besar.
Charles menuturkan bahwa ide Badut Gendong sejatinya muncul sejak 2021, sebelum Qodrat pertama dirilis. Namun, eksekusi proyek itu baru dipercepat setelah respons positif terhadap Qodrat dan sekuelnya dari penonton.
Ia menjelaskan bahwa pada saat syuting Qodrat, muncul pertanyaan kreatif tentang siapa yang akan menjadi lawan jika bukan iblis. Dari situ lahir gagasan untuk menulis Badut Gendong sebagai pelengkap semesta.
Charles juga menyinggung bahwa kelanjutan semesta sangat bergantung pada respons penonton terhadap film-film awal. Jika penerimaan publik kuat, opsi untuk memperluas dunia cerita akan semakin terbuka.
Terkait teori penggemar, Charles menanggapi kemungkinan film lain seperti Pemukiman Setan masuk ke dalam semesta Qodrat. Ia mengatakan bahwa peluang itu masih terbuka namun belum ada keputusan resmi.
“Kalau Pemukiman Setan bukan cross universe. Tapi apakah dia akan masuk dalam semesta Qodrat, bisa iya bisa nggak,” ujar Charles mengakhiri pernyataannya. Pernyataan ini membuka ruang spekulasi sekaligus antisipasi di kalangan penonton.
Charles menekankan pentingnya kesinambungan tema dan tonalitas ketika menggabungkan judul-judul berbeda ke dalam satu semesta. Ia menyebut tim kreatif harus menjaga konsistensi karakter dan mitologi agar hubungan antarfilm terasa kredibel.
Sejauh ini tim produksi fokus menyelesaikan tahap pascaproduksi Qodrat pertama dan memantau respons penonton setelah rilis. Langkah berikutnya akan ditentukan berdasarkan hasil komersial dan kritik publik terhadap film-film yang lebih dulu diluncurkan.
Dengan format “3 plus 1 plus penutup”, Charles berharap semesta ini bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan juga cara menyuguhkan narasi terstruktur yang memberi penghormatan pada genre horor aksi Indonesia. Ia optimistis penggabungan unsur budaya lokal dan karakter yang kuat dapat menarik perhatian penonton.
Perkembangan rencana ini akan terus menjadi sorotan industri perfilman tanah air, terutama bagi penonton yang mengikuti kontinuitas cerita. Nama-nama proyek yang disebutkan kini berada di bawah pengawasan publik, menunggu kepastian jadwal produksi dan pengumuman resmi selanjutnya.