Sabang Merauke 2026: Budaya Makin Kece!

Jakarta, Maret.id — Pagelaran Sabang Merauke (PSM) 2026 kembali digelar dengan tema “Hikayat Srikandi Nusantara”, menampilkan perpaduan narasi perempuan Nusantara yang dikemas dalam konsep panggung modern dan suasana yang lebih meriah. Penyelenggara berharap pertunjukan ini bukan sekadar hiburan namun juga medium pelestarian dan apresiasi kebudayaan daerah di panggung nasional.
Konsep dan Tema Pertunjukan
Tema “Hikayat Srikandi Nusantara” mengangkat kisah-kisah perempuan dari berbagai penjuru Nusantara yang diolah dalam pementasan teatrikal, tari, serta kolaborasi musik kontemporer dan tradisional. Penampilan dirancang agar dapat dinikmati beragam kalangan, dengan tata lampu, kostum, dan koreografi yang mengikuti standar pertunjukan berskala besar.
Presiden Direktur iForte dan Protelindo Group, Aming Santoso, mengatakan pagelaran tahun ini hadir dengan skala lebih besar dibandingkan penyelenggaraan perdana pada 2022. Dalam konferensi pers yang digelar di Grand Indonesia, Jakarta, Aming menyampaikan bahwa pengalaman penonton menjadi fokus utama tata panggung dan rangkaian acara.
Antusiasme Penonton dan Riwayat Singkat
Menurut Aming, antusiasme masyarakat terhadap PSM terus meningkat sejak pertama kali dipentaskan pada 2022 sehingga tiket pada acara sebelumnya cepat terjual habis. Ia menilai respons ini menjadi indikator kuat bahwa masyarakat masih sangat menghargai pertunjukan budaya yang dipresentasikan secara profesional.
Penyelenggara menyebutkan bahwa pada penyelenggaraan tahun lalu seluruh tiket habis dalam kurun waktu dua minggu, menempatkan PSM sebagai salah satu acara budaya yang mendapat perhatian luas. Peningkatan kapasitas dan variasi program tahun ini ditujukan untuk menampung jumlah penonton yang lebih besar dan beragam.
Rangkaian Aktivitas dan Pengalaman Pengunjung
Selain pertunjukan utama di panggung, area luar lokasi acara dirancang menjadi ruang aktivitas budaya yang menghadirkan pameran seni, stan kuliner daerah, dan penampilan seni jalanan. Penonton diharapkan merasakan pengalaman budaya yang holistik sejak memasuki area, sehingga acara menjadi lebih dari sekadar tontonan malam hari.
Format acara juga menampilkan kolaborasi antar unsur seni, mulai dari tari klasik dan folklor, musik tradisional, paduan suara hingga aransemen modern yang menggabungkan elemen elektronik. Pendekatan ini ditujukan untuk menjaga daya tarik bagi generasi muda sekaligus memelihara unsur autentikitas budaya.
Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Antonius Widodo Mulyono, menilai Pagelaran Sabang Merauke mempunyai nilai strategis dalam penguatan identitas budaya bangsa. Antonius menekankan bahwa budaya tidak hanya untuk dipelajari di buku, melainkan perlu dipertunjukkan agar identitas kolektif dapat terus hidup dan dikenali oleh publik luas.
Ia menambahkan bahwa integrasi berbagai bentuk seni dalam satu panggung menjadi sarana efektif untuk menyampaikan ragam warisan budaya kepada khalayak yang lebih luas. Harapannya, antusiasme masyarakat terhadap budaya Nusantara akan terus meningkat dan mendorong regenerasi pelaku seni tradisi.
Penampilan paduan suara Batavia Madrigal Singers sempat memeriahkan konferensi pers dan menjadi contoh kecil kolaborasi suara dalam rangkaian acara yang lebih besar. Penyelenggara juga mengingatkan bahwa informasi jadwal lengkap dan mekanisme pemesanan tiket dapat diakses melalui kanal resmi penyelenggara untuk menghindari calo dan kebingungan publik.
Penutupan pagelaran dijadwalkan menampilkan rangkaian kolosal yang merangkum berbagai elemen seni yang telah tampil sepanjang malam, dengan harapan meninggalkan pengalaman emosional serta kebanggaan budaya bagi penonton. PSM 2026 diposisikan sebagai salah satu upaya berkelanjutan untuk membumikan kebudayaan Nusantara di panggung nasional dan internasional.