Gaya Hidup

Srikandi Nusantara Ramaikan Sabang Merauke!

Jakarta, Maret.id — Pagelaran Sabang Merauke (PSM) 2026 mengangkat tema “Hikayat Srikandi Nusantara” yang diumumkan dalam konferensi pers di Grand Indonesia, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026. Tema itu dipilih untuk menyoroti kisah perempuan Nusantara yang berani, kuat, dan penuh kasih dalam bingkai pertunjukan budaya kontemporer.

Wakil Presiden Direktur iForte sekaligus Executive Producer PSM, Silvi Liswanda, menyatakan pagelaran tahun ini terasa sangat istimewa dan dipersiapkan dengan penuh cinta untuk melestarikan budaya Indonesia. Ia menegaskan konsep modern dan menghibur diharapkan dapat membuat generasi muda lebih mengenal dan mencintai warisan budaya Nusantara.

Tema dan Pesan

Menurut tim kuratorial, “Hikayat Srikandi Nusantara” menghadirkan narasi perjuangan serta kekuatan perempuan dalam berbagai kisah tradisional. Pilihan tokoh-tokoh legendaris seperti Srikandi, Dayang Sumbi, dan figur ibunda dalam kisah lokal dimaksudkan untuk menampilkan unsur keberanian, cinta, dan pengorbanan perempuan di berbagai daerah.

Sutradara PSM, Rusmedie Agus, mengatakan keputusan tema itu muncul dari diskusi panjang sejak tahun lalu dan energi perempuan Nusantara menjadi inspirasi utama. Ia menambahkan bahwa meskipun perempuan memiliki peran sentral dalam sejarah bangsa, tema ini sebelumnya belum pernah dijadikan fokus utama dalam pagelaran mereka.

Skala Produksi dan Persiapan

Penyelenggara menyebut pagelaran tahun ini melibatkan sekitar 1.700 pelaku seni dari berbagai daerah Indonesia, mencakup seniman, penari, dan kru produksi. Dari jumlah tersebut, tercatat sekitar 700 seniman dan 387 penari yang akan tampil dalam rangkaian pertunjukan utama.

Para penari disebut telah melewati proses audisi ketat dan menjalani karantina khusus di Yogyakarta sebagai bagian dari persiapan artistik. Kostum dan atribut pertunjukan diproduksi oleh sanggar budaya dari berbagai wilayah untuk mempertahankan otentisitas dan keragaman tradisi.

Pemeran Utama dan Interpretasi

Dalam pementasan nanti, tokoh Srikandi akan diperankan oleh penyanyi Raisa, yang dipilih untuk menginterpretasikan karakter perempuan kuat dan berwibawa. Menurut tim kreatif, peran itu dibuat agar mencerminkan nilai kehormatan dan harmoni yang relevan bagi perempuan Indonesia masa kini.

Selain Srikandi, pagelaran juga menampilkan adaptasi tokoh-tokoh seperti Dayang Sumbi dan figur ibu dalam kisah Malin Kundang untuk menonjolkan ragam pengalaman perempuan Nusantara. Semua elemen itu dirancang untuk menyatu dalam narasi tunggal yang mempertontonkan keberagaman budaya sekaligus menyampaikan pesan sosial.

Penyelenggara berharap pagelaran ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana edukasi dan penghargaan terhadap kontribusi perempuan dalam sejarah kebudayaan Indonesia. Dengan konsep pertunjukan yang menggabungkan tradisi dan inovasi, PSM 2026 ditargetkan dapat menarik perhatian publik luas dan memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya Nusantara.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button