Gaya Hidup

Beacon Academy Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan!

Jakarta, Maret.id — Beacon Academy menggelar PYP Exhibition 2026 sebagai puncak pembelajaran siswa kelas lima yang menampilkan beragam proyek kreatif bertema lingkungan dan sosial. Acara yang berlangsung di sekolah tersebut menonjolkan karya hasil riset siswa yang dikaitkan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Puncak Pembelajaran dan Fokus Isu

Kegiatan ini menjadi momen bagi siswa untuk menunjukkan pemahaman terhadap isu-isu nyata yang berdampak pada masyarakat dan lingkungan. Berbagai proyek yang dipamerkan meliputi kampanye kebersihan, edukasi pemilahan sampah, serta penggalangan dana untuk masyarakat kurang mampu.

Kepala Sekolah SD Beacon Academy, Cheryl Shah, menyatakan bahwa pameran ini merupakan ruang belajar yang konkret bagi peserta didik. “Melalui proses inquiry, riset, kolaborasi, dan refleksi, siswa belajar memahami isu-isu nyata yang berkaitan dengan SDGs serta bagaimana mereka dapat berkontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan pers, Jumat, 22 Mei 2026.

Metode Pembelajaran: Riset, Kolaborasi, dan Refleksi

Sekolah menekankan pentingnya pembelajaran berbasis riset yang mendorong keterlibatan aktif siswa dalam mencari solusi. Proses pembelajaran juga menekankan kolaborasi tim dan refleksi sebagai bagian dari pengembangan kemampuan berpikir kritis.

Cheryl menambahkan bahwa pihak sekolah bangga menyaksikan perkembangan siswa yang semakin percaya diri dalam menyampaikan ide-ide mereka. Ia menilai kemampuan komunikasi dan pemikiran kritis siswa meningkat selama persiapan hingga presentasi pameran.

Pembimbing Akademik Beacon Academy, Arvind Chalasani, menegaskan bahwa pendidikan di sekolah tidak hanya berfokus pada aspek akademik. “Kami percaya bahwa pendidikan harus membentuk generasi muda yang memiliki empati dan rasa tanggung jawab serta keberanian untuk mengambil tindakan nyata,” kata Arvind.

Karya Siswa dan Proyek Unggulan

Karya yang dipamerkan merupakan hasil riset siswa tentang persoalan global yang dirasakan berdampak langsung pada komunitas sekitar. Misalnya, proyek tentang dampak aktivitas manusia terhadap keberlanjutan ekosistem laut mendapat perhatian karena relevansinya dengan isu polusi plastik dan konservasi laut.

Salah satu proyek menarik dibawakan oleh siswi kelas lima, Alia Aswani, yang mengangkat tema tentang keberlanjutan ekosistem laut serta solusi sederhana untuk mengurangi sampah plastik. Pengunjung pameran dapat melihat presentasi data, poster edukasi, dan rencana aksi sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun rumah.

Selain isu laut, ada pula proyek yang fokus pada gaya hidup sehat, program edukasi pemilahan sampah, dan inisiatif kebersihan lingkungan di sekitar sekolah. Berbagai aksi ini tidak hanya bersifat teoretis tetapi juga melibatkan langkah-langkah nyata seperti kampanye dan penggalangan dukungan.

Harapan dan Dampak Jangka Panjang

Pihak sekolah berharap kegiatan seperti PYP Exhibition dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini serta mendorong siswa untuk menjadi agen perubahan di komunitasnya. Langkah kecil yang dilakukan siswa diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masa depan dan memperkuat budaya peduli lingkungan.

Dengan menempatkan siswa sebagai pelaku utama dalam proses pembelajaran, Beacon Academy berharap karakter kepedulian, empati, dan tanggung jawab sosial dapat tumbuh berkelanjutan. Keberlanjutan program ini dinilai penting untuk membentuk generasi yang lebih siap menghadapi tantangan lingkungan dan sosial di masa mendatang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button