Bocor! Momen Haru Keluarga Owens Terungkap!

Jakarta, Maret.id — Film “Practical Magic: The Book of Magic” dijadwalkan tayang di bioskop mulai 9 September 2026. Mencatat sejarah sebagai sekuel dari film “Practical Magic” yang dirilis pada tahun 1998, film fantasi romantis ini hadir 28 tahun setelah film pertama.
Kisah Keluarga Owens yang Kembali di Layar Lebar
“Practical Magic: The Book of Magic” mengisahkan kembali petualangan keluarga Owens, yang dikenal dengan kemampuan sihir mereka. Film ini merupakan adaptasi dari novel “The Book of Magic” karya Alice Hoffman yang terbit pada tahun 2021, dan menjadi kelanjutan dari film “Practical Magic” yang telah menjadi klasik.
Sutradara Susanne Bier ditunjuk untuk memimpin proyek ini, dengan skenario ditulis oleh Akiva Goldsman, Georgia Pritchett, dan Kelly Marcel. Penggemar dapat berharap akan menemukan nuansa yang sama dengan film sebelumnya, yang disutradarai oleh Griffin Dunne dan diadaptasi dari novel “Practical Magic” yang terbit pada 1995.
Kecintaan yang Terancam oleh Kutukan
Meskipun tidak langsung meraih kesuksesan saat pertama kali ditayangkan, “Practical Magic” berhasil membangun basis penggemar yang setia seiring berjalannya waktu. Dalam “Practical Magic: The Book of Magic,” kisah keluarga Owens berlangsung sekitar 25 tahun setelah kejadian dalam film pertama, dengan hubungan erat antara para perempuan dalam keluarga yang tetap terjalin.
Di dalam film ini, Sally dan Gillian Owens hidup dalam harmoni sebagai kakak-adik, dan hubungan Sally dengan kedua anaknya, Kylie dan Antonia, pun sangat dekat. Namun, kehidupan damai mereka terganggu ketika Kylie jatuh cinta pada seorang pemuda bernama Gideon.
Kylie dan Gideon menjalin hubungan yang tulus, tetapi dia tidak menyadari bahwa kutukan yang selama ini membayangi keluarga Owens belum sepenuhnya teratasi. Ketika Gideon mengalami kecelakaan dan berada dalam kondisi kritis, Kylie menemukan fakta tentang kutukan yang telah diwariskan di garis keturunan perempuan keluarganya.
Perjuangan Melawan Kekuatan Gelap
Dihadapkan pada situasi genting tersebut, Kylie merasakan kemarahan kepada keluarganya. Pada saat yang sama, ia menyadari bakat sihir alami yang dimilikinya selama ini. Dalam usahanya untuk menyelamatkan Gideon, Kylie memilih untuk memperdalam ilmu sihir hitam, yang justru menimbulkan masalah lebih besar.
Keputusan Kylie untuk menggunakan sihir hitam membangkitkan kekuatan yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya, mengancam keselamatan seluruh keluarga Owens. Melihat bahaya yang semakin menghampiri, Sally dan Gillian kembali bersatu dan mengumpulkan para bibi mereka untuk menghadapi ancaman yang ada.
Keluarga Owens pun terpaksa berhadapan dengan kekuatan sihir hitam dari masa lalu. Dalam perjuangan ini, mereka harus membuktikan apakah ikatan keluarga yang selama ini menjadi kekuatan mereka mampu mengalahkan teror sihir yang siap menghancurkan kehidupan mereka.
Dengan elemen fantasi dan drama yang menyentuh, “Practical Magic: The Book of Magic” diharapkan dapat menggaet perhatian penonton, sekaligus melanjutkan warisan kisah keluarga Owens yang telah dicintai selama beberapa dekade.
Sinopsis “Practical Magic: The Book of Magic” – Kisah Keluarga Owens Berlanjut
“Practical Magic: The Book of Magic” adalah novel yang ditulis oleh Alice Hoffman, yang melanjutkan kisah yang dimulai dalam “Practical Magic,” sebuah karya yang telah menjadi favorit pembaca sejak diterbitkan. Dalam buku ini, Hoffman menggabungkan elemen magis, romansa, dan drama keluarga, mengeksplorasi tema cinta, kehilangan, dan kekuatan ikatan antara generasi keluarga.
Sinopsis
Bertempat di sebuah desa kecil yang dipenuhi dengan mitos dan sihir, novel ini kembali mengikuti kisah keluarga Owens, yang dikenal karena warisan magis mereka yang rumit. Setelah kepergian para anggota keluarga, seperti Gillian dan Sally Owens, cerita ini membawa pembaca lebih dalam ke dalam sejarah panjang keluarga mereka yang dipenuhi rahasia dan kutukan.
Di tengah-tengah gambaran magis ini, dua karakter utama, yaitu keturunan Owens yang baru, berjuang untuk menemukan tempat mereka di dunia yang sering menolak kehadiran mereka. Dengan latar belakang ramalan yang telah menyelimuti keluarga mereka selama bertahun-tahun, mereka berusaha untuk memahami kemampuan mereka dan apa artinya hidup sebagai seorang penyihir.
Pencarian mereka membawa mereka pada petualangan yang mendebarkan dan menantang. Mereka harus menghadapi ancaman dari masa lalu, termasuk kutukan yang mengharuskan mereka untuk berjuang demi cinta dan kehidupan mereka. Di dalam narasi ini, Hoffman berhasil menggambarkan bagaimana sejarah dan warisan mempengaruhi setiap tindakan dan pilihan yang diambil oleh generasi baru Owens.
Tema dan Pesan
Salah satu tema yang kuat dalam “The Book of Magic” adalah pencarian identitas. Karakter-karakter dalam novel ini mengalami momen-momen introspeksi, memahami bahwa meski mereka dibebani oleh sejarah dan ekspektasi, mereka memiliki kekuatan untuk menulis cerita mereka sendiri. Buku ini juga menyoroti pentingnya dukungan keluarga, persahabatan, dan cinta dalam mengatasi berbagai rintangan hidup.
Hoffman dengan mahir mengeksplorasi hubungan antar karakter, menciptakan dinamika yang realistis dan menggugah. Melalui perjalanan mereka, pembaca diajak untuk merenungkan tentang apa yang membuat sebuah ikatan keluarga kuat, serta tantangan yang dihadapi ketika tradisi dan harapan saling bertabrakan.
Penutup
“Practical Magic: The Book of Magic” bukan hanya sekadar kelanjutan dari kisah yang sudah dikenal, tetapi juga sebuah eksplorasi mendalam tentang hakikat keluarga, cinta, dan sihir. Dengan gaya penulisan yang khas dan penuh perasaan, Alice Hoffman berhasil menghidupkan kembali dunia yang dicintai oleh banyak pembaca dengan sentuhan baru yang menyegarkan. Novel ini adalah must-read bagi para penggemar kisah-kisah magis yang memperlihatkan kekuatan intrinsik dari cinta dan ikatan keluarga.
Kisah keluarga Owens berlanjut dengan cara yang tak terlupakan, dan setiap halaman menawarkan keajaiban yang hanya bisa ditemukan dalam dunia yang penuh dengan imajinasi dan perasaan mendalam.





