Waspada Efek Samping Gula Berlebih: Cek Kandungan Sebelum Beli!

Jakarta, Maret.id — Jum’at, 17 April 2026, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia mengajak masyarakat untuk lebih memerhatikan kandungan gula dalam makanan dan minuman. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk mencegah diabetes, salah satu penyakit degeneratif yang semakin meluas dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
Edukasi Gizi untuk Masyarakat
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, menyampaikan pentingnya edukasi gizi di kalangan masyarakat, terutama di sektor industri. “Informasi mengenai nilai gizi sudah ada sejak lama, tetapi pemahaman masyarakat masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, edukasi merupakan langkah awal yang sangat penting,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Ashley Wahid, Jakarta.
Pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan industri kesehatan diharapkan dapat mempercepat penyebaran informasi yang benar terkait kandungan gula dalam makanan. Siti Nadia juga menekankan bahwa partisipasi industri kecil dan menengah sangat diperlukan, meskipun mereka mungkin menghadapi tantangan dari segi biaya pengujian laboratorium.
Kesadaran akan Diabetes Perlu Ditingkatkan
Ketua Umum PB PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia), Prof. Dr. dr. Em Yunir, menyatakan bahwa masyarakat perlu lebih memahami diabetes sebagai penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang. Ia menegaskan bahwa perubahan gaya hidup dan kesadaran akan risiko diabetes sangat penting untuk menurunkan angka penderita diabetes di Indonesia.
Menurutnya, edukasi yang efektif tentang diabetes akan membantu masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat. “Edukasi mengenai pola makan yang baik serta pengurangan konsumsi gula harus menjadi prioritas kita agar masyarakat lebih menyadari risiko yang dihadapi,” papar Yunir.
Peran Pemerintah dan Industri Kesehatan
Kolaborasi antara pemerintah dan industri kesehatan sangat vital dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat. Siti Nadia menyampaikan bahwa semua pihak, termasuk UMKM, dapat berkontribusi dalam memperkenalkan produk yang lebih sehat ke pasaran. “Jika ada industri yang memproduksi makanan yang baik dan ingin menyampaikan informasi tersebut kepada konsumen, kami sangat mendukung,” tuturnya.
Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilih makanan sehat dapat meningkat. Hal ini diharapkan dapat mengurangi risiko penyakit degeneratif, terutama diabetes, yang merupakan masalah kesehatan global yang semakin mendesak.
Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang gizi dan pola makan sehat sangat diperlukan. Hanya dengan langkah-langkah edukasi dan kerjasama strategis, angka kasus diabetes di Indonesia dapat ditekan. Kemenkes berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.





