Lokal

Tangsel Waspada, Makanan Berformalin Ditemukan menjelang Iduladha

Tangerang Selatan, Maret.id — Makanan yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin dan pewarna tekstil rhodamin B semakin marak ditemukan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Penemuan tersebut berasal dari hasil inspeksi mendadak yang dilakukan menjelang perayaan Iduladha 1447 Hijriyah di beberapa pasar tradisional.

Hasil Inspeksi Menemukan Bahan Berbahaya

Asisten Daerah (Asda) II Kota Tangsel, Heru Agus Santoso, mengungkapkan bahwa inspeksi tersebut melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta instansi terkait lainnya. Mereka melakukan langkah ini untuk memastikan keamanan pangan yang beredar di masyarakat.

“Dari hasil sidak, kami menemukan mi kuning dan tahu yang mengandung formalin serta kue mangkok dengan pewarna rhodamin B. Produk-produk ini langsung kami tindak lanjuti,” jelas Heru pada Senin, 25 Mei 2026.

Koordinasi untuk Menelusuri Sumber Produk Berbahaya

Heru menjelaskan bahwa produk yang terdeteksi mengandung bahan berbahaya tersebut berasal dari luar wilayah Tangsel. Oleh karena itu, pemerintah setempat berencana untuk berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan instansi terkait guna menelusuri asal-usul para produsen makanan tersebut.

“Barang-barang ini tidak boleh dijual lagi. Kami juga meminta para pedagang untuk tidak membeli dari produsen yang sama,” imbuhnya. Sebagai tindak lanjut, Pemkot Tangsel juga akan memberikan pembinaan kepada para produsen untuk menghindari penggunaan bahan tambahan pangan berbahaya.

Kenaikan Harga Bahan Pokok Jelang Iduladha

Selain isu keamanan pangan, inspeksi tersebut juga mengawasi perkembangan harga bahan pokok menjelang Iduladha. Dari hasil pemantauan, ditemukan sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga, khususnya telur ayam dan ayam potong.

Heru menjelaskan bahwa harga telur ayam meningkat sekitar Rp1.000 per kilogram dalam dua hari terakhir. “Harga telur sebelumnya berada di kisaran Rp26 ribu hingga Rp27 ribu, kini naik menjadi Rp28 ribu per kilogram,” ungkapnya. Kenaikan harga juga terjadi pada ayam potong, yang kini berkisar antara Rp37 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.

Stabilitas Pasokan Beras dan Penurunan Harga Bawang Putih

Sementara itu, meskipun beberapa komoditas mengalami kenaikan, Heru memastikan bahwa stok beras di wilayah Kota Tangsel masih aman dan harganya stabil. “Stok beras aman dan harga masih stabil. Sementara untuk bawang putih, justru mengalami penurunan harga karena pasokan cukup,” kata Heru.

Terkait kelangkaan minyak goreng yang sempat terjadi, Heru mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sudah mulai membaik setelah koordinasi dengan pemerintah pusat dan distributor. “Kami juga memfasilitasi pedagang untuk membeli langsung ke Bulog agar mendapatkan harga sesuai HET,” jelasnya.

Langkah Pemkot Tangsel Menjaga Stabilitas Harga

Pemkot Tangsel telah mempersiapkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga menjelang Iduladha, termasuk operasi pasar di beberapa titik. “Kami telah meminta dinas terkait untuk melakukan operasi pasar bersama Bulog dan pihak lainnya agar distribusi bahan pokok tetap lancar dan harga terkendali,” tegasnya.

Salah satu pedagang di Pasar Serpong, Sahid, mengungkapkan bahwa meskipun harga beberapa bahan pokok mengalami kenaikan, tidak semua komoditas terkendali. “Harga kacang tanah kupas naik signifikan dari Rp25 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram. Naiknya harga ini terjadi sejak bulan puasa lalu,” tutur Sahid.

Kenaikan harga tersebut berdampak pada penjualan, di mana Sahid menyatakan bahwa penjualannya menurun drastis. “Sebelumnya saya bisa menjual sekitar 10 kilogram per bulan, kini hanya sekitar 2 kilogram karena harga tinggi,” keluhnya.

Dalam situasi yang penuh tantangan ini, Pemkot Tangerang Selatan berkomitmen untuk melindungi konsumen dan memastikan ketersediaan bahan pangan yang aman dan terjangkau bagi masyarakat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button