Arsip Nasional Akui Dokumentasi Warga Terkait Pembangunan IKN

Jakarta, Maret.id — Dokumentasi terkait pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dihasilkan oleh masyarakat kini mulai mendapatkan pengakuan resmi. Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) telah menerima sejumlah arsip digital yang mendokumentasikan proses pembangunan IKN, menjadikan karya warga sebagai bagian yang sah dari arsip nasional.
Pengakuan Arsip Nasional untuk Dokumentasi Warga
Warga Kalimantan Timur, Dian Rana, berinisiatif menyerahkan 1.200 video dokumentasi pembangunan IKN secara bertahap kepada ANRI. Ia berambisi untuk memastikan video-video ini mendapatkan penilaian sebagai arsip nasional. “Video-video tersebut akan diajukan secara bertahap. Ini untuk dilakukan penilaian sebagai bagian dari arsip pembangunan IKN,” ungkap Dian pada 26 Mei 2026.
Langkah ini mengambil momentum setelah ANRI memverifikasi dan menerima 27 arsip digital miliknya, yang telah merekam perkembangan kawasan IKN antara tahun 2021 hingga 2022. Proses pengambilan dokumentasi tersebut tidak selalu mudah, karena sering kali Dian menghadapi kendala saat merekam di area-area pembangunan tertentu.
Mewakili Perspektif Masyarakat dalam Pembangunan
Menurut Dian, dokumentasi yang dihasilkan secara mandiri ini tidak hanya merekam berbagai perubahan fisik di kawasan IKN, tetapi juga memberikan gambaran tentang kondisi lapangan yang tidak selalu tercatat dalam dokumen resmi pemerintah. “Saya tidak menyangka dokumentasi yang dulu dibuat dengan berbagai keterbatasan akhirnya dapat menjadi bagian dari catatan sejarah pembangunan IKN,” tambahnya.
Pengakuan atas dokumentasi oleh masyarakat dinilai sangat penting. Ini adalah langkah untuk memperluas sumber arsip nasional sekaligus menghadirkan perspektif masyarakat dalam catatan proyek strategis negara. Dengan adanya dukungan seperti ini, diharapkan dapat lebih banyak individu yang terlibat dalam proses pengarsipan dan dokumentasi sejarah.
Publikasi dan Harapan Masa Depan
Selain dari kajian arsip digital, Dian juga meluncurkan buku berjudul “Di Balik Layar Nusantara: Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar”. Buku ini memuat pengalaman serta catatan lapangan selama mengikuti perkembangan pembangunan IKN. Peluncuran buku tersebut dilangsungkan di Universitas Djuanda pada 20 Mei 2026.
Dian berharap ke depan semakin banyak anggota masyarakat yang berpartisipasi dalam usaha penyelamatan arsip dan dokumentasi sejarah, khususnya untuk wilayah yang mengalami perubahan besar akibat pembangunan. “Semoga semakin banyak warga yang ikut menjadi bagian dari penyelamatan arsip untuk generasi mendatang,” pungkasnya.
Inisiatif ini menunjukkan betapa pentingnya peran serta masyarakat dalam mendokumentasikan sejarah dan memberikan kontribusi positif bagi masa depan arsip nasional. Keberhasilan Dian dan upaya sejenis dapat mendorong lebih banyak individu untuk mengambil bagian dalam mencatat perjalanan bangsa.
