Lokal

Dishub Bekasi Jabar Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Kalimalang untuk Cegah Macet

Bekasi, Maret.id — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Jawa Barat, mengambil langkah strategis untuk mencegah kemacetan di Jalan Raya Kalimalang. Upaya ini dilakukan seiring dengan proyek pembangunan jembatan lengkung yang tengah berlangsung di sepanjang Sungai Kalimalang.

Strategi Rekayasa Lalu Lintas

Kepala Dishub Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas telah diterapkan dengan metode contra flow. Penempatan 20 personel setiap harinya menjadi kunci dalam memastikan arus lalu lintas tetap lancar selama proyek berlangsung.

Zeno menambahkan, “Kami sudah menempatkan personel sebanyak 20 orang setiap harinya. Mereka bertugas untuk melakukan manajemen rekayasa lalu lintas berupa contra flow,” ujarnya pada Jumat, 29 Mei 2026. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi potensi kemacetan di jalur yang menjadi akses vital antara Kota Bekasi dan Jakarta.

Durasi Proyek yang Memengaruhi Arus Lalu Lintas

Rekayasa lalu lintas ini diperkirakan akan berlangsung selama 60 hari kerja, sesuai dengan durasi proyek yang melibatkan pembangunan jembatan lengkung. Proyek ini direncanakan rampung pada Agustus 2026, yang mengalami sedikit penundaan dari jadwal awal yang ditargetkan pada Mei 2026.

Zeno menegaskan pentingnya koordinasi antara semua pihak agar proyek ini dapat berjalan sesuai rencana. “Mudah-mudahan tidak ada kemacetan. Kami sudah siagakan personel kami dan melakukan manajemen rekayasa lalu lintas yang matang,” tambahnya.

Proyek Pembangunan Jembatan Lengkung

Pembangunan jembatan lengkung di sepanjang Sungai Kalimalang merupakan bagian dari rencana pengembangan Wisata Air Kalimalang. Proyek ini ditujukan untuk meningkatkan infrastruktur dan menarik perhatian wisatawan ke daerah tersebut.

Sebagai informasi, dengan adanya proyek ini, diharapkan akan muncul berbagai peluang perekonomian baru terkait pariwisata. Oleh karena itu, Dishub berkomitmen untuk terus memantau situasi lalu lintas dan melakukan evaluasi secara berkala terhadap dampak dari proyek tersebut.

Dalam konteks ini, Dishub berharap masyarakat pengguna jalan dapat bersabar dan beradaptasi dengan perubahan arus lalu lintas sementara. Dengan penerapan langkah-langkah ini, diharapkan arus lalu lintas di Jalan Raya Kalimalang tetap berjalan lancar, sekaligus mendukung proses pembangunan yang berpotensi memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kota Bekasi dan sekitarnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button