Program Bedah Rumah Sultra Targetkan 10 Ribu Unit pada 2026

Jakarta, Maret.id — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengumumkan peningkatan signifikan dalam program bedah rumah di Sulawesi Tenggara. Jumlah unit yang akan diperbaiki naik dari 3.077 pada tahun 2025 menjadi 10.000 unit pada tahun 2026.
Komitmen Pemerintah Dalam Perbaikan Hunian
Menteri PKP, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa peningkatan ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan akses terhadap hunian yang layak bagi masyarakat. Program bedah rumah ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Tiga Juta Rumah yang diusung oleh pemerintah.
“Peningkatan ini menunjukkan bahwa program 3 juta rumah berjalan sangat efektif di Sulawesi Tenggara,” jelasnya dalam pertemuan dengan Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, di Jakarta. Menteri Ara, sapaan akrab Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa upaya ini tidak hanya fokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga bertujuan untuk menyambungkan penerima manfaat dengan program pemberdayaan ekonomi.
Memperkuat Kesejahteraan Keluarga
Menteri Sirait mencatat bahwa perbaikan kondisi rumah harus bersinergi dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga. “Merenovasi rumah harus diimbangi dengan perbaikan ekonomi agar rumah yang telah diperbaiki dapat terawat dalam jangka panjang,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menekankan pentingnya program pemberdayaan yang mendukung keluarga agar tidak kembali ke kondisi semula setelah rumah direnovasi. Dengan demikian, program bedah rumah bukan hanya sekadar memenuhi kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Menanggapi Tantangan Ekonomi
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menyambut positif peningkatan program bedah rumah ini. Dia menyatakan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi Sultra mencapai 6,23 persen, angka kemiskinan masih berada di angka 10 persen. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan yang perlu diatasi.
“Untuk menyikapi ini, perlu ada pemerataan pembangunan yang menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Andi. Ia menegaskan bahwa sektor perumahan memiliki dampak ekonomi yang luas dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk menindaklanjuti program yang telah disiapkan oleh Kementerian PKP agar manfaatnya dirasakan secara merata.
Di akhir, Andi berharap bahwa dengan adanya peningkatan program ini, angka kemiskinan di Sulawesi Tenggara dapat berkurang. “Kami siap mempersiapkan apa yang telah disampaikan oleh Bapak Menteri untuk memastikan program ini memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat,” tutupnya.
Dengan langkah ini, diharapkan program bedah rumah dapat membawa perubahan signifikan bagi masyarakat di Sulawesi Tenggara, mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
