Sukses Padamkan Karhutla Rinjani, BNPB Imbau Pengetatan Patroli

Lombok Timur, Maret.id — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan padang savana Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), akhirnya berhasil dipadamkan. Tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur memiliki respons cepat yang mencegah api meluas ke area yang lebih besar.
Keberhasilan Pemadaman
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa laporan dari BPBD setempat menunjukkan kondisi saat ini telah dinyatakan kondusif setelah kebakaran dipadamkan. “Operasi pemadaman mulai berlangsung sejak Rabu (3/6) malam, yang dilakukan oleh BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, serta bantuan dari relawan dan masyarakat,” ujar Abdul.
Data dari BNPB mencatat bahwa kebakaran telah menghanguskan lahan seluas 98,28 hektare. Pusat api utama teridentifikasi berada di kawasan wisata Savana Propok, yang juga merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani. Kejadian ini menyoroti risiko tinggi kebakaran hutan yang masih ada meski kondisi dapat dikendalikan.
Pentingnya Patroli dan Pengawasan
Meskipun api telah padam, BNPB mengingatkan pengelola kawasan dan pemerintah daerah untuk meningkatkan patroli dan pengawasan. Ini penting untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, terutama dengan adanya embusan angin kencang yang sering terjadi di musim kemarau.
BNPB menekankan bahwa kewaspadaan harus tetap ditingkatkan agar tidak terjadi kebakaran serupa di masa mendatang. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kawasan konservasi seperti Gunung Rinjani perlu dijaga kelestariannya, demi manfaat ekosistem dan masyarakat sekitar.
Imbauan untuk Masyarakat
Komunitas lokal juga diimbau untuk berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga kawasan hutan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan dini agar potensi kebakaran dapat diminimalisir. Edukasi tentang bahaya dan pencegahan karhutla pun penting untuk disosialisasikan kepada warga.
Dengan kerjasama antara pemerintah, relawan, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan dan penanganan bencana kebakaran hutan dapat lebih efektif. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuk semua pihak agar lebih siap menghadapi tantangan yang dihadapi oleh lingkungan hidup kita.
