BPBD Nagan Raya Aceh Waspadai Karhutla Meluas Hingga 60 Hektare

Nagan Raya, Maret.id — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, mengalami perluasan yang signifikan. Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagan Raya, area yang terbakar kini telah mencapai sekitar 60 hektare.
Proses Pemadaman yang Masih Berlangsung
Kepala BPBD Nagan Raya, Irfanda Rinaldi, menyatakan bahwa dari keseluruhan lahan yang terbakar, tim gabungan baru berhasil memadamkan sekitar 40 hektare. “Sisa lahan lainnya masih dalam proses penanganan intensif karena api berpotensi terus meluas,” ujarnya dalam konferensi pers pada Kamis, 4 Juni 2026.
Tim BPBD telah mengerahkan dua unit mesin pompa air portabel ke area-area yang sulit dijangkau oleh petugas. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses pemadaman di titik-titik kebakaran yang kritis. Menurut Irfanda, laporan pertama mengenai kebakaran ini diterima dari Pos Pemadam Darul Makmur pada Jumat (30/5), namun api diperkirakan sudah mulai membakar lahan sejak Kamis (29/5).
Tantangan dalam Penanganan Kebakaran
Proses pemadaman kebakaran menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Cuaca panas ekstrem dan angin kencang memperburuk situasi, mengakibatkan api cepat menjalar ke area lain. “Hembusan angin yang kencang di lokasi kejadian serta sangat terbatasnya sumber air bersih untuk menyuplai armada pemadam menjadi tantangan tersendiri,” jelas Irfanda.
Penanganan karhutla di Nagan Raya dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur. Selain BPBD Nagan Raya, upaya pemadaman juga didukung oleh personel dari Polres Nagan Raya dan Kodim 0116/Nagan Raya. “Tim gabungan ini terus berjibaku di lokasi demi menyekat pergerakan api agar tidak mendekati permukiman warga,” tambahnya.
Edukasi dan Waspada Terhadap Karhutla
BPBD Nagan Raya juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mengingat kondisi cuaca yang cerah dan angin kencang, sangat rentan memicu kebakaran yang lebih luas. Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan jika menemukan titik api untuk mencegah meluasnya kebakaran di wilayah tersebut.
Keberadaan tim gabungan dan partisipasi aktif masyarakat sangat penting untuk mengatasi musibah ini. Dengan berkolaborasi, harapannya dampak negatif karhutla dapat ditekan dan keselamatan masyarakat dapat terjaga.
