Lokal

Tim Pemadam Kebakaran Berhasil Padamkan Karhutla 108 Hektare di Pulau Rupat Riau

Pekanbaru, Maret.id — Tim Manggala Agni berhasil mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 108 hektare di Tanjung Kapal, Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Operasi pemadaman ini selesai pada Senin sore, 9 Juni 2026, dengan melibatkan upaya dari berbagai daerah.

Kesuksesan Tim Pemadam Kebakaran

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, menyatakan bahwa tim pemadam kebakaran yang dibentuk terdiri dari personel yang berasal dari Daops Siak serta tim bantuan dari Kota Jambi dan Muara Tebo, Jambi. Koordinasi antar tim dari berbagai daerah ini menjadi kunci keberhasilan dalam menuntaskan kebakaran yang berlangsung cukup lama.

Operasi pemadaman dilakukan dengan membagi tim menjadi tiga sektor. Hal ini memastikan bahwa seluruh titik api dan sisa bara dipastikan padam. “Strategi ini juga bertujuan memperkuat sekat-sekat pemadaman untuk mencegah kebakaran kembali muncul,” jelas Ferdian.

Berbagai Strategi dan Tantangan

Dalam prosesnya, tim menghadapi beberapa kendala. Di lapangan, banyak pohon tumbang yang menghambat akses petugas. Selain itu, tantangan datang dari kondisi akses yang terbatas dan kebutuhan logistik yang harus dipenuhi selama operasi berlangsung. Namun, dukungan dari alat berat milik perusahaan setempat sangat membantu.

Tim pemadam menggunakan alat berat ini untuk membuka jalur akses serta membuat embung sebagai sumber pasokan air. Dengan strategi estafet air, tim berhasil menjangkau titik-titik api yang sulit diakses. “Mereka melaksanakan pemadaman hingga mencapai titik api terakhir. Semua sektor berhasil dituntaskan,” tambah Ferdian.

Keberhasilan Melalui Sinergi

Ferdian mengapresiasi kerja sama yang kuat antara semua pihak yang terlibat dalam operasi pemadaman ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi berbagai unsur yang terlibat dalam upaya mengendalikan karhutla di wilayah Riau.

Saat ini, meski kebakaran telah padam, tim Manggala Agni tetap melakukan pemantauan ekstra untuk memastikan tidak ada titik api baru. Upaya ini penting untuk mencegah kemungkinan terjadinya kebakaran lanjutan, yang sering kali mempengaruhi ekosistem lokal serta kesehatan masyarakat.

Dengan upaya kolektif dan kerja sama yang solid, harapan akan kawasan Riau bebas dari kebakaran hutan menjadi semakin nyata. Semoga upaya ini dapat menjadi contoh bagi pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik di masa mendatang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button