Lokal

Pramono Targetkan Peningkatan Pengguna Transportasi Umum di Jakarta 30 Persen

Jakarta, Maret.id — Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan jumlah pengguna transportasi umum di Ibu Kota menembus angka 30 persen sebagai salah satu perayaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta yang ke-499. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah acara yang berlangsung pada hari Kamis, 11 Juni 2026.

Konektivitas Transportasi yang Meningkat

Pramono mengungkapkan bahwa konektivitas antarmoda transportasi di Jakarta saat ini telah mencapai 93 persen. Hal ini menunjukkan kemajuan dalam penyediaan akses transportasi bagi masyarakat, khususnya bagi warga penyangga yang bekerja di Jakarta melalui layanan Transjabodetabek. Kendati demikian, Gubernur menganggap bahwa jumlah pengguna transportasi umum masih jauh dari optimal, mengingat persentase pengguna saat ini masih di bawah 30 persen.

Tantangan Penggunaan Transportasi Umum

Kendala utama yang dihadapi saat ini adalah preferensi masyarakat yang masih lebih memilih kendaraan pribadi untuk beraktivitas sehari-hari. Pramono mengakui bahwa kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan penggunaan transportasi publik. “Banyak yang masih nyaman menggunakan kendaraan pribadi, sehingga kami perlu menggencarkan promosi dan meningkatkan layanan transportasi umum,” ujarnya.

Strategi Mendorong Peralihan ke Transportasi Umum

Pramono memiliki keyakinan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dapat menjadi salah satu faktor pendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi umum. Untuk itu, Pemprov DKI terus memperkuat layanan serta konektivitas transportasi di Jakarta. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan membuka peluang untuk menambah kategori penerima fasilitas transportasi gratis.

Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan transportasi publik. “Kami akan menambah golongan penerima fasilitas transportasi gratis untuk subsidi yang lebih adil, terutama bagi mereka yang kurang mampu,” tambah Pramono.

Penyesuaian Tarif Transjabodetabek

Gubernur juga memastikan bahwa penyesuaian tarif untuk layanan Transjabodetabek akan dilakukan dengan sangat hati-hati. Pihaknya tidak ingin kebijakan tarif yang ada justru membuat masyarakat kembali menggunakan kendaraan pribadi. “Kami akan mempertimbangkan jarak perjalanan pengguna dalam skema tarif yang baru ini,” terangnya.

Penyesuaian tarif diharapkan tetap terjangkau oleh masyarakat, sehingga tidak semua tarif akan mengalami kenaikan yang signifikan. “Sebagai gubernur, saya selalu berpikir mengenai kemampuan masyarakat dalam kondisi yang saat ini,” tutup Pramono.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Pemprov DKI Jakarta berharap dapat mencapai target pengguna transportasi umum sebesar 30 persen sebagai hadiah spesial bagi kota metropolitan yang terus berkembang ini.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button