Lokal

Progres Sekolah Rakyat Sukoharjo Mencapai 82,46 Persen Siap sambut Siswa Juli 2026

Jakarta, Maret.id — Progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR) 2 di Kabupaten Sukoharjo telah mencapai 82,46 persen per 14 Juni 2026. Pemerintah optimis fasilitas pendidikan ini akan beroperasi pada Juli 2026, mendukung tahun ajaran baru.

Antusiasme Menteri Pekerjaan Umum

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa proyek Sekolah Rakyat Sukoharjo kini berada pada jalur yang sesuai target perencanaan. Meskipun dihadapkan pada tantangan akses jalan untuk distribusi material, pencapaian ini menunjukkan kemajuan yang menggembirakan.

Dody menekankan, kendala akses jalan sering kali terjadi dalam pembangunan sekolah di berbagai daerah. “Jalan desa atau kabupaten biasanya tidak layak dilewati alat berat, sehingga kontraktor harus berupaya ekstra agar distribusi material tetap berjalan,” jelasnya.

Proyek Nasional dengan Capaian Positif

Secara keseluruhan, progres pembangunan Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia telah mencapai rata-rata 78 persen. Pemerintah kini memfokuskan penyelesaian gedung utama agar dapat digunakan pada pertengahan Juli 2026.

“Kita tetap optimistis, minimum gedung SD, SMP, dan SMA bisa kita selesaikan dulu. Agar adik-adik bisa masuk ke sekolah yang baru di tahun ajaran baru pada Juli nanti,” tambah Dody.

Prioritas Fasilitas Pendidikan

Dody menekankan prioritas utama saat ini adalah memastikan fungsi bangunan dapat beroperasi terlebih dahulu. Penyempurnaan fasilitas yang belum selesai akan dilakukan secara bertahap setelah operasional dimulai.

Program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui pendidikan. Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Sistem Berbasis Asrama

Sekolah Rakyat ini tidak hanya menyediakan ruang kelas, tetapi juga menerapkan sistem sekolah berasrama. Semua kebutuhan belajar, mulai dari asrama, seragam, alat tulis, hingga laptop, akan ditanggung oleh pemerintah.

Menurut Dody, memberikan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga tidak mampu adalah salah satu cara paling efektif untuk mengatasi kemiskinan ekstrem. “Dengan pendidikan, anak-anak ini memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Progres Pembangunan yang Berkelanjutan

Project Manager Sekolah Rakyat 2 Sukoharjo, Mochammad Safirul Kamil, menyatakan bahwa progres fisik pembangunan mencapai 82,46 persen. Dia optimis semua pekerjaan utama akan selesai sebelum akhir Juni 2026.

“Kami menargetkan seluruh pembangunan selesai pada tanggal 20 Juni agar fungsional pada 1 Juli, sehingga anak-anak bisa segera belajar di sini,” kata Safirul.

Untuk mencapai target tersebut, sebanyak 800 pekerja dikerahkan ke lokasi proyek. Mereka terdiri dari 300 tenaga kerja lokal dan 500 pekerja nonlokal yang bekerja bergantian dalam tiga sif setiap hari.

Kontribusi untuk Keluarga Prasejahtera

Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga prasejahtera. Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi orang tua mereka.

Dengan semangat optimisme dan komitmen pemerintah, diharapkan Sekolah Rakyat 2 Sukoharjo dapat menjadi contoh sukses dalam upaya meningkatkan akses pendidikan di seluruh Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button