Lokal

Pemerintah Sulteng Perpanjang Status Tanggap Darurat Gempa hingga 23 Juni

Palu, Maret.id — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi. Keputusan ini diambil setelah terjadi gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang berdampak pada ribuan warga di lima kabupaten dan kota.

Tanggapan Resmi dari BNPB

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa status tanggap darurat ini ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah dengan nomor 300.2.1/199/BPBD-6-ST/2026. Keputusan ini berlaku selama tujuh hari, mulai dari 17 hingga 23 Juni 2026.

Abdul Muhari menyatakan, “Penetapan status tanggap darurat ini bertujuan untuk mempercepat proses penanganan di lapangan.” Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merespons krisis dan membantu masyarakat yang terkena dampak.

Data Terkini Korban dan Kerusakan

Hingga Rabu malam, jumlah warga yang terdampak gempa telah mencapai 2.012 kepala keluarga (KK) atau sekitar 6.458 jiwa. Dampak terbesar terjadi di Kabupaten Sigi, di mana 1.991 KK atau 6.418 jiwa mengalami kesulitan. Di Kabupaten Parigi Moutong, sebanyak 21 KK atau 40 jiwa juga tercatat terdampak, sementara data dari Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Poso masih dalam proses pembaruan.

BNPB mencatat satu orang meninggal dunia di Kabupaten Sigi, serta 79 korban luka, yang terdiri dari 15 orang luka berat dan 64 orang luka ringan. Kerusakan infrastruktur yang dilaporkan juga cukup signifikan. Terdapat 1.456 rumah rusak ringan, 112 rumah rusak sedang, serta 47 rumah rusak berat. Selain itu, 35 tempat ibadah, 10 sekolah, dan 11 gedung perkantoran ikut mengalami kerusakan.

Kendala Akses dan Pelayanan Medis

Penting untuk dicatat bahwa akses komunikasi dan transportasi menuju Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, saat ini masih terputus. Jembatan Palu III juga ditutup sementara akibat keretakan struktur yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Namun, laporan positif datang dari pelayanan medis di beberapa rumah sakit terdampak yang masih mampu berjalan baik. Pasien yang sebelumnya dirawat di tenda darurat mulai dipindahkan kembali ke ruang perawatan.

Sebanyak 13 kali gempa susulan telah terjadi hingga Rabu siang, dengan magnitudo berkisar antara 4,0 hingga 4,2. BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari bangunan yang mengalami keretakan sampai dinyatakan aman oleh petugas berwenang.

Merespons bencana ini, Pemerintah Kabupaten Sigi juga tengah menyiapkan penetapan status tanggap darurat selama 14 hari untuk mendukung percepatan penanganan dampak gempa. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pemulihan bagi masyarakat yang terdampak dan meminimalkan dampak bencana di masa mendatang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button