BNPB Lapor 1.652 Rumah Terkena Dampak Gempa M6,7 di Sulteng

Sigi, Maret.id — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan dampak signifikan dari gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah. Hasil pendataan sementara menunjukkan sebanyak 1.652 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
Kerusakan yang Meluas
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan informasi ini pada hari Kamis, 18 Juni 2026. Dari laporan tersebut, terlihat bahwa 1.472 rumah mengalami kerusakan ringan, 111 rumah rusak sedang, dan 69 rumah rusak berat. Kerusakan ini berdampak besar bagi warga yang tinggal di wilayah yang terpengaruh.
Tidak hanya rumah, tetapi berbagai fasilitas umum juga terdampak akibat gempa. BNPB mencatat setidaknya 42 rumah ibadah, 13 bangunan sekolah, dan delapan fasilitas perkantoran mengalami kerusakan. Beberapa bangunan pemerintah seperti Kantor Bupati Sigi dan Kantor Bapperinda juga tidak luput dari dampak bencana ini.
Tanggap Darurat Ditetapkan
Menanggapi situasi darurat ini, Pemerintah Kabupaten Sigi telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari. Penetapan ini bertujuan untuk memudahkan mobilisasi sumber daya dan mempercepat bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Hasilnya, BNPB telah menyalurkan berbagai bantuan darurat, termasuk logistik dan tenda pengungsian untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak.
Kepala BNPB, Suharyanto, juga dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Sigi pada Jumat (19/6). Kunjungan ini bertujuan memastikan penanganan di lapangan berjalan efektif dan melakukan koordinasi dengan personel TNI dan Polri yang terlibat dalam upaya kemanusiaan.
Waspada Terhadap Gempa Susulan
Dalam menghadapi potensi gempa susulan, BNPB mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan. Kepatuhan terhadap protokol keselamatan sangat penting untuk menghindari risiko yang dapat membahayakan jiwa. Pemerintah telah berkomitmen untuk terus melakukan pendataan dan penanganan terhadap dampak bencana, memastikan semua kebutuhan warga yang terdampak dapat dipenuhi dengan baik.
Dengan situasi yang terus berkembang, perhatian dan kerjasama semua pihak menjadi kunci dalam mengatasi bencana ini. Komunitas dapat membantu saling mendukung dan memberikan bantuan di masa-masa sulit seperti ini.
