Lokal

Pemprov Sulteng Buka Akses Wilayah Terdampak Pascagempa untuk Pemulihan

Palu, Maret.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menetapkan status tanggap darurat menyusul terjadinya gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut. Status ini berlaku selama tujuh hari, dari tanggal 17 hingga 23 Juni 2026, dalam upaya untuk mempercepat penanganan bagi daerah-daerah yang terkena dampak.

Upaya Penanganan Pascagempa

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, Asbudianto, menyatakan bahwa keputusan ini diambil untuk merespon situasi pasca-gempa tersebut dengan cepat. Penanganan difokuskan di kawasan Palu, Sigi, Parigi Moutong, dan Poso. Langkah konkret akan dilakukan untuk mengupayakan pemulihan secepat mungkin dengan membentuk Posko Penanggulangan Bencana di tingkat provinsi.

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, akan memimpin posko tersebut langsung, sementara koordinatornya akan dipegang oleh Sekretaris Daerah. Struktur organisasi ini diharapkan mampu menjalankan fungsi penanggulangan bencana secara efektif.

Kerja Sama Lintas Sektor

Asbudianto menambahkan bahwa penanganan bencana ini melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah. Sinergi antara sektor-sektor di pemerintah diharapkan dapat mempercepat pemulihan pasca-gempa dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak. Selain itu, perbaikan infrastruktur darurat juga menjadi bagian penting dari respons tanggap darurat ini.

Setelah masa tanggap darurat, pemprov berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur, meskipun sifatnya sementara. “Kita akan berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat, baik secara fisik maupun psikis,” jelas Asbudianto.

Membuka Aksesibilitas Wilayah Terdampak

Pemerintah provinsi berencana membuka kembali aksesibility di sejumlah wilayah yang terdampak gempa. Upaya ini dilakukan agar aktivitas masyarakat dan distribusi bantuan dapat segera kembali normal. Dengan memperlancar mobilitas masyarakat, diharapkan pemulihan ekonomi dapat berlangsung lebih cepat.

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa sekitar 2.019 kepala keluarga mengalami dampak akibat gempa ini. Tiga korban dilaporkan meninggal dunia, sementara 108 orang lainnya mengalami luka-luka dan masih mendapatkan perawatan di rumah sakit. “Tenaga medis terus memantau kondisi mereka secara intensif,” lanjut Asbudianto.

Harapan untuk Pemulihan yang Cepat

Pemerintah berharap status tanggap darurat ini dapat mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak gempa. Seluruh pemangku kepentingan, baik dari pemerintah hingga masyarakat, diharapkan dapat memberikan dukungan penuh dalam proses penanganan pascagempa. Dengan adanya kerja sama dan fokus yang jelas, Sulawesi Tengah diharapkan segera bangkit dan kembali ke keadaan normal.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button