Kericuhan Pecah Akibat Relokasi Pedagang di Pasar Cisoka Tangerang

Tangerang, Maret.id — Upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk merelokasi pedagang kaki lima di Pasar Cisoka telah memicu perlawanan dari para pedagang dan mengakibatkan kericuhan. Kejadian ini berlangsung saat petugas Satpol PP membongkar lapak-lapak pedagang pada tengah malam, menimbulkan panik di kalangan pedagang yang merasa tindakan tersebut tidak adil.
Kericuhan di Tengah Malam
Aksi kericuhan terjadi ketika petugas dan pedagang terlibat dalam saling dorong. Beberapa pedagang, seperti Nunung, melaporkan bahwa mereka terpaksa menyaksikan lapak dagang mereka dibongkar secara paksa menggunakan alat berat. “Ricuh dan lapak kami dibongkar-bongkarin. Anehnya, jika relokasi ini baik, mengapa harus dilakukan tengah malam?” ungkap Nunung, mewakili suara banyak pedagang yang merasa dirugikan.
Keadaan semakin memanas ketika Polisi dari Polresta Tangerang terjun ke lokasi untuk membantu menenangkan situasi. Dalam momen yang tegang ini, beberapa pedagang berusaha melawan, tetapi pihak keamanan berhasil meredam kekacauan.
Tindakan Penertiban dan Tujuannya
Kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang, Ana Supriyatna, menjelaskan bahwa penertiban yang dilakukan berfokus pada 81 bangunan lapak dan kios di kawasan Eks Tempat Penampungan Pasar Sementara (TPPS) Pasar Cisoka. “Ini adalah bagian dari upaya kami untuk menegakkan peraturan daerah dan menjaga ketertiban umum,” ungkap Ana.
Ia menambahkan bahwa keberadaan lapak dagang di kawasan tersebut melanggar ketentuan tata ruang dan berpotensi menyebabkan gangguan ketertiban serta kemacetan lalu lintas. Untuk itu, pemerintah daerah berupaya menata kawasan agar lebih teratur dan aman.
Pendekatan Humanis dalam Penertiban
Ana Supriyatna juga menekankan bahwa penertiban dilakukan secara terukur dan melibatkan 200 personel gabungan dari berbagai instansi, termasuk TNI dan Polri. Meskipun prosedur penertiban terlihat keras, pihaknya berusaha menerapkan pendekatan yang lebih humanis. Dalam beberapa kesempatan, mereka melakukan dialog dengan para pedagang yang terlibat.
“Kami mengedepankan komunikasi persuasif. Kami ingin mendengarkan pendapat para pedagang, termasuk mereka yang menolak rencana ini,” imbuh Ana. Petugas bahkan membantu pedagang dalam merapikan dan memindahkan barang dagangan mereka agar proses relokasi dapat berjalan lebih lancar.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Setelah beberapa jam keributan, suasana di lokasi kini mulai kondusif. Pedagang yang sebelumnya terpaksa berpindah ke area dalam Pasar Cisoka kini mulai menata kembali dagangan mereka. Meskipun demikian, tantangan dan ketegangan antara pemerintah dan pedagang masih dapat terlihat, terutama mengenai cara terbaik untuk menegakkan peraturan tanpa mengorbankan mata pencaharian mereka.
Melihat kompleksitas situasi ini, penting bagi pemerintah untuk tetap membuka jalur komunikasi dengan para pedagang. Hanya dengan cara itu, diharapkan kedamaian dan ketertiban dapat terwujud di Pasar Cisoka tanpa mengorbankan keberlangsungan hidup para pedagang.
