Lokal

Perhutani Purwodadi Siaga Hadapi Kemarau dengan Perketat Patroli Hutan

Semarang, Maret.id — Dalam upaya mengantisipasi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwodadi telah meningkatkan intensitas patroli hutan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen mereka untuk menjaga keamanan serta kelestarian hutan di area tersebut.

Komitmen Perhutani dalam Menjaga Hutan

Administratur KPH Purwodadi, Bambang Riantono, menyatakan bahwa patroli gabungan ini merupakan salah satu bentuk nyata dari upaya Perhutani dalam menjaga agar hutan tetap aman. “Patroli tidak hanya untuk keamanan, tetapi juga untuk memantau pertumbuhan tanaman agar tetap terawat dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat,” ungkapnya pada Selasa, 23 Juni 2026.

Patroli kali ini melibatkan tim dari Perhutani BKPH Pojok dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Godan Wono Lestari. Kegiatan ini difokuskan pada petak 41, petak 41B-1 seluas 1,4 hektare yang ditanam dengan jati pada tahun 2003, serta petak 53C seluas 6,8 hektare dengan tanaman jati yang ditanam pada 2017.

Pahami Pentingnya Kolaborasi dengan Masyarakat

Bambang menekankan pentingnya pengawasan dan koordinasi dengan masyarakat sekitar hutan. Musim kemarau yang panjang dapat meningkatkan potensi terjadinya karhutla. “Kami mengajak masyarakat untuk ikut menjaga hutan karena hutan adalah sumber kehidupan yang manfaatnya dirasakan bersama,” tuturnya.

Sementara itu, Supardi, pengurus LMDH Godan Wono Lestari, mengapresiasi kolaborasi antara Perhutani dan masyarakat. Ia menilai pentingnya kesadaran masyarakat mengenai peran hutan dalam menjaga ekosistem dan mendukung kehidupan sehari-hari. “Kegiatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga hutan. Hutan yang lestari juga memastikan ketersediaan air dan kualitas udara yang baik,” jelasnya.

Menguatkan Sinergi untuk Keberlangsungan

Melalui patroli gabungan ini, Perhutani berharap sinergi yang telah terjalin dengan masyarakat dapat semakin kuat. Kondisi hutan yang aman dan lestari adalah tanggung jawab bersama, terutama di masa-masa rawan kebakaran seperti sekarang.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk melindungi hutan tetapi juga untuk menciptakan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan. Kekompakan antara Perhutani dan masyarakat diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih efektif terhadap ancaman kerusakan akibat kebakaran hutan.

Sebagai kesimpulan, kesiapsiagaan dan partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga kelestarian hutan, yang pada gilirannya akan membawa manfaat bagi semua. Masyarakat, hutan, dan Perhutani harus berjalan berdampingan demi kesejahteraan bersama.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button