BPJS Ketenagakerjaan Tanjung Perak Tanam Mangrove Untuk Lindungi Pesisir Surabaya

Surabaya, Maret.id — BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Surabaya Tanjung Perak baru-baru ini berpartisipasi dalam program Employee Volunteering Go Green Penanaman Mangrove yang berlangsung di Kawasan Konservasi Mangrove Wonorejo, Surabaya pada tanggal 18 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Timur untuk berkontribusi dalam pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim melalui rehabilitasi ekosistem pesisir.
Komitmen Terhadap Lingkungan
Kegiatan ini diikuti oleh 69 peserta yang berasal dari 10 unit kerja BPJS Ketenagakerjaan se-Jawa Timur, termasuk kantor cabang di Surabaya Karimunjawa, Surabaya Tanjung Perak, Surabaya Darmo, serta wilayah lainnya seperti Gresik, Mojokerto, Jombang, Madura, Pamekasan, dan Sumenep. Dari jumlah tersebut, delapan orang di antaranya merupakan wakil dari BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Tanjung Perak.
Acara dimulai dengan registrasi peserta, dokumentasi bersama, dan pengarahan teknis terkait pelaksanaan serta aspek keselamatan kerja. Setelah itu, peserta bergerak menuju area konservasi untuk melakukan penanaman mangrove yang dipimpin secara simbolis oleh Kepala Kantor Wilayah Jawa Timur, Irvansyah Utoh Banja. Dalam aksi ini, sebanyak 1.437 bibit mangrove berhasil ditanam.
Perlindungan Pekerja dan Lingkungan
Irvansyah Utoh Banja menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan tidak hanya kepada pekerja, tetapi juga untuk menyokong keberlanjutan lingkungan. “Pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan mendukung agenda pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Surabaya Tanjung Perak, Theresia Wahyu Dianti, menekankan bahwa keterlibatan pegawai dalam kegiatan ini menunjukkan rasa kepedulian BPJS Ketenagakerjaan terhadap lingkungan. “Penanaman mangrove ini tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga investasi jangka panjang bagi keberlangsungan lingkungan hidup dan generasi mendatang,” tutur Theresia.
Dampak Berkelanjutan dan Tanggung Jawab Sosial
Menurut Theresia, program penanaman mangrove tersebut tidak berhenti hanya pada tahap penanaman saja. BPJS Ketenagakerjaan juga berencana untuk melakukan pemeliharaan, monitoring, serta laporan berkala kepada Kementerian Lingkungan Hidup selama dua tahun ke depan. Program ini diharapkan mampu memberi dampak sosial yang berkelanjutan, dengan melibatkan kelompok petani dan pengelola mangrove yang juga mendapatkan perlindungan melalui Program BPJS Ketenagakerjaan.
“Dengan melakukan konservasi ini, kami tidak hanya menguntungkan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa mereka yang terlibat dalam kegiatan ini terlindungi secara sosial dan dapat fokus pada menjaga kelestarian lingkungan,” imbuhnya.
Melalui program Employee Volunteering II – Go Green Penanaman Mangrove Tahun 2026, BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Tanjung Perak berharap dapat terus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
