Lokal

Pemprov Jabar Targetkan Peningkatan Produksi Padi 2026 yang Signifikan

Bandung, Maret.id — Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) optimis bahwa produksi padi di wilayahnya pada tahun 2026 akan melebihi target tahun sebelumnya. Keyakinan ini muncul meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa musim kemarau yang akan datang akan berlangsung lebih kering dan lebih lama.

Proyeksi Produksi Padi yang Meningkat

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jabar, Dadan Hidayat, menyampaikan proyeksi produksi gabah kering giling pada tahun ini diperkirakan mencapai 10,226 juta ton. Prediksi ini menunjukkan adanya strategi yang sudah disiapkan oleh pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan yang mungkin timbul akibat cuaca.

Strategi Menghadapi Kemarau

Dadan menjelaskan bahwa untuk mencapai target tersebut, Pemprov Jabar telah merencanakan berbagai pendekatan, termasuk pemanfaatan varietas benih yang toleran terhadap kekeringan. Benih seperti Inpago 4, Inpago 11 Agritan, dan Inpari 32 menjadi pilihan utama. “Kami menyiapkan bantuan benih bersertifikat untuk petani, terutama bagi mereka yang terkena dampak bencana kekeringan,” tambahnya.

Optimalisasi Sumber Daya Air

Dalam upaya mendukung petani, Dadan juga menekankan pentingnya penggunaan sarana pengairan yang sudah ada. Dia mengimbau para petani untuk menggunakan air secara efisien dan memanfaatkan pompa air yang tersedia. Langkah ini dirancang untuk mengurangi dampak kekeringan yang mungkin terjadi.

Sebagai bagian dari rencana mitigasi, Pemprov Jabar akan membangun pipa saluran air ke sawah serta melakukan rehabilitasi jaringan irigasi tersier. Inisiatif ini bertujuan agar kebutuhan air selama musim kemarau tetap terjamin. Selain itu, pembuatan embung, sumur dangkal, dan sumur dalam juga akan dilakukan untuk lebih mengamankan pasokan air bagi pertanian.

Dukungan Infrastruktur Pertanian

Dukungan terhadap infrastruktur pertanian juga akan menjadi prioritas. Pemprov Jabar berkomitmen untuk menyediakan sarana pompanisasi dan irigasi perpompaan guna memastikan para petani memiliki akses yang cukup terhadap sumber air.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Jawa Barat berharap dapat memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya, meskipun tantangan dari perubahan iklim tetap dihadapi. Keberhasilan dalam produksi padi tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga berdampak pada perekonomian dan kesejahteraan petani.

Dalam konteks ini, upaya Pemprov Jabar menunjukkan bahwa adaptasi terhadap perubahan cuaca perlu dilakukan secara sistematis dan terpadu. Ke depan, kerja sama antara pemerintah, petani, dan lembaga terkait akan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pertanian di masa mendatang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button