Lokal

Beasiswa Pemprov Jabar Dapat Dukungan Legislator untuk Cegah Anak Putus Sekolah

Bandung, Maret.id — Dukungan terhadap program beasiswa pendidikan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat semakin menguat. Hal ini diungkapkan oleh Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Aten Munajat, yang melihat inisiatif ini sebagai langkah strategis untuk menekan angka putus sekolah di daerah tersebut.

Program Beasiswa untuk Siswa Tidak Mampu

Aten Munajat menjelaskan bahwa program beasiswa ini ditujukan untuk mendukung siswa yang bersekolah di sekolah swasta yang tidak mampu ekonominya atau yang gagal masuk ke sekolah negeri. Menurutnya, kebijakan ini sangat penting agar anak-anak tetap mendapatkan kesempatan belajar tanpa terhalang masalah finansial. “Kebijakan ini juga menjadi solusi untuk mengurangi angka putus sekolah di Jawa Barat,” tuturnya dalam keterangan pers yang diterima pada Jumat, 26 Juni 2026.

Dukungan DPRD Jabar terhadap program beasiswa ini sejalan dengan semangat memperluas akses pendidikan bagi setiap anak. Dengan adanya beasiswa, diharapkan orang tua yang mendorong anaknya untuk bersekolah di SMA/SMK swasta dapat bernapas lega, terutama di tengah tantangan penerimaan siswa baru yang semakin ketat.

Tantangan Penerimaan Siswa Baru

Saat ini, banyak orang tua berusaha memasukkan anak-anak mereka ke SMA/SMK negeri yang biayanya gratis. Namun, tidak semua siswa dapat diterima akibat adanya regulasi yang ketat dalam Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMP). “Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, baik berdasarkan prestasi akademik maupun non-akademik,” jelas Aten.

Ia berharap agar pemda memberikan perhatian lebih kepada siswa yang tidak lolos seleksi masuk sekolah negeri. “Mereka harus tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa harus terbebani biaya jika bersekolah di swasta,” tambahnya.

Keberlanjutan dan Transparansi Program

Meskipun Aten menunjukkan dukungannya, ia juga mengingatkan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program beasiswa tersebut. “Program harus tepat sasaran, memprioritaskan siswa dari keluarga tidak mampu dan yang berpotensi putus sekolah,” tegasnya.

Pembiayaan program beasiswa juga harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Aten mengungkapkan bahwa jika kondisi fiskal membaik, maka jumlah bantuan pendidikan di masa mendatang bisa diperluas. “Kemampuan fiskal harus diperhatikan oleh Pemprov Jabar. Kami berharap bantuan dapat diperluas untuk menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan,” pungkasnya.

Komitmen Gubernur untuk Pendidikan

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan komitmennya untuk mengalokasikan anggaran bagi 80 ribu siswa di sekolah swasta tingkat SMA/SMK. Anggaran ini adalah bentuk dukungan bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu dan mereka yang gagal masuk sekolah negeri.

Dengan langkah ini, diharapkan segala anak di Jawa Barat dapat terus bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang layak. Dukungan dari DPRD dan Pemprov diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda di Jawa Barat, mendorong mereka untuk mencapai cita-cita tanpa terhalang oleh keterbatasan ekonomi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button