BPBD Lamongan Ditetapkan Siaga Empat Klaster Kekeringan Kritis

Lamongan, Maret.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan telah melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Ditemukan empat klaster dengan tingkat kerawanan kekeringan yang sangat kritis, dan tujuh kecamatan diprediksi akan merasakan dampaknya pada musim kemarau kali ini.
Pemetaan Wilayah Rawan Kekeringan
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lamongan, Ery S. Rosidi, menjelaskan bahwa pemetaan ini mengacu pada kondisi yang terjadi di tahun 2024. “Kami juga melakukan mitigasi sebagai persiapan menghadapi siaga kekeringan,” ujarnya dalam wawancara dengan Pro3 RRI pada akhir Juni 2026.
BPBD membagi wilayah kekeringan menjadi empat klaster. Klaster pertama merupakan area dengan tingkat kerawanan yang sangat kritis. Klaster ini meliputi tujuh kecamatan, di antaranya Kecamatan Tikung dan Sarirejo. BPBD saat ini masih terus melakukan upaya mitigasi dengan merujuk pada prakiraan cuaca dari BMKG.
Status Siaga Darurat
Sebagai langkah proaktif, Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui BPBD telah menetapkan status siaga darurat kekeringan. Koordinasi antar sektor juga dilakukan agar penanganan dapat berjalan serentak dan efisien jika situasi memburuk. Hal ini menunjukkan upaya serius pihak berwenang untuk menangani potensi krisis air bersih.
Ery S. Rosidi menekankan pentingnya perubahan pola tanam bagi petani selama musim kemarau. BPBD menyarankan untuk mengganti tanaman padi dengan komoditas yang memerlukan lebih sedikit air, seperti kangkung. Strategi ini diharapkan dapat mengurangi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.
Cadangan Air Bersih Siap Didistribusikan
BPBD juga telah menyiapkan rencana distribusi air bersih sebanyak 150 rit. Setiap rit dapat mengangkut sekitar 5.000 liter air yang akan diperuntukkan bagi daerah yang terkena dampak secara cepat jika diperlukan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
“Masyarakat kami imbau agar menggunakan air secara bijak dan mengikuti informasi cuaca yang kami pantau bersama BMKG,” tambah Ery. Dengan adanya peringatan dini dan langkah-langkah mitigasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi kekeringan yang mengancam.
Melihat perkembangan ini, sangat penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari BPBD. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat akan sangat berpengaruh dalam mengurangi dampak negatif dari kekeringan di Kabupaten Lamongan.
