Pemkot Bekasi Dorong Proyek PSEL Ciptakan Kesempatan Kerja Lokal

Bekasi, Maret.id — Pemerintah Kota Bekasi optimis bahwa proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) akan membawa banyak manfaat bagi masyarakat lokal. Harapan ini diungkapkan oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, dalam kunjungan kerja ke PT Wangneng di China, di mana pihak ketiga tersebut terpilih untuk mengerjakan proyek PSEL.
Harapan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
Wali Kota Tri Adhianto menegaskan pentingnya penyerapan tenaga kerja lokal dalam proyek PSEL. Dia berharap agar PT Wangneng memprioritaskan masyarakat setempat, terutama warga Bantargebang yang tinggal dekat lokasi proyek. “Saya ingin PT Wangneng tidak hanya membawa teknologi, tetapi juga memberi peluang bagi warga Bekasi untuk terlibat dalam pembangunan ini,” ujarnya.
Di samping penyerapan tenaga kerja, Tri juga menekankan perlunya proyek ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kota Bekasi. “Kehadiran PSEL harus membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan masyarakat, dan menjadi sarana alih pengetahuan,” tambahnya.
Komitmen Transfer Teknologi dari PT Wangneng
Shan Chao, Chairman PT Wangneng, menyatakan bahwa perusahaan akan menggunakan tenaga ahli dari China pada tahap awal konstruksi dan operasional. Namun, kehadiran tenaga ahli ini bersifat sementara, dengan fokus pada transfer pengetahuan kepada tenaga kerja lokal. “Setelah proses transfer selesai, operasional fasilitas akan sepenuhnya dijalankan oleh tenaga kerja lokal yang telah kami latih,” jelasnya.
Wali Kota Bekasi menyambut positif komitmen Wangneng dalam melaksanakan transfer teknologi. “Ini yang kami harapkan, teknologi datang ke Bekasi, ilmunya juga tinggal di Bekasi. Kami tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga SDM masyarakat Bekasi,” kata Tri.
Kunjungan Kerja ke Pabrik Wangneng di China
Kunjungan ini dilakukan dari tanggal 26 hingga 28 Juni 2026 dan dipimpin oleh Wali Kota Tri Adhianto bersama sejumlah jajaran Pemkot Bekasi, perwakilan DPRD Kota Bekasi, serta tokoh masyarakat dari Bantargebang. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung pabrik pengolahan sampah milik PT Wangneng dan memahami lebih dalam tentang teknologi yang akan diterapkan di Bekasi.
Proyek PSEL diharapkan dapat menjadikan Kota Bekasi sebagai contoh dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi. Selain itu, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan dampaknya terhadap lingkungan.
Diharapkan, dengan proyek ini, Bekasi akan menjadi pionir dalam inovasi energi terbarukan di Indonesia, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Dengan memprioritaskan warga setempat, Pemkot Bekasi berkomitmen untuk memastikan bahwa proyek ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
