Kementerian PU Implementasikan Gentengisasi di Sekolah Rakyat Cikarang

Cikarang, Maret.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Indonesia sedang melaksanakan konsep ‘gentengisasi’ dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih teduh, nyaman, dan estetis bagi para siswa.
Progres Pembangunan yang Menggembirakan
Hingga kini, progres fisik pembangunan Sekolah Rakyat Cikarang telah mencapai 89,57 persen. Kementerian PU menargetkan bahwa sekolah ini akan siap digunakan pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027. Keberhasilan proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan fasilitas pendidikan di Indonesia.
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan bahwa upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penyediaan pendidikan yang layak dan terintegrasi.
Fasilitas Pendidikan yang Modern
Sekolah Rakyat Cikarang dibangun di atas lahan seluas 5,41 hektare dengan luas bangunan mencapai 26.880 meter persegi. Proyek senilai Rp262 miliar ini dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya dan PT Prima melalui skema kerja sama operasi. Kawasan pendidikan ini tidak hanya mencakup gedung sekolah, tetapi juga dilengkapi dengan asrama, gedung serbaguna, guest house, kantin, serta berbagai fasilitas olahraga, laboratorium, ruang keterampilan, dan ruang kesenian untuk siswa.
Dody Hanggodo menegaskan bahwa pentingnya menjaga komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut agar seluruh fasilitas segera dapat dimanfaatkan oleh peserta didik. Ia mendorong percepatan konstruksi agar sekolah ini dapat beroperasi pada awal tahun ajaran baru.
Menjawab Tantangan Pendidikan
“Inisiatif ini merupakan bagian dari program prioritas Presiden untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui pendidikan yang layak, terutama bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera,” jelas Dody. Melalui Sekolah Rakyat ini, diharapkan anak-anak dapat menerima pendidikan yang baik, dilengkapi dengan asrama, pakaian, dan makanan bergizi.
Pembangunan sekolah ini juga melibatkan sekitar 920 tenaga kerja untuk mempercepat penyelesaian konstruksi. Dengan adanya dukungan pemerintah dan masyarakat, diharapkan fasilitas pendidikan ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan pendidikan di kawasan Cikarang dan sekitarnya.
Melihat komitmen dan progres yang ada, Sekolah Rakyat Cikarang diprediksi akan menjadi salah satu institusi pendidikan yang memberikan kontribusi signifikan dalam mencetak SDM berkualitas di Indonesia. Diharapkan, dengan selesainya pembangunan ini, anak-anak di wilayah tersebut dapat menikmati akses pendidikan yang lebih baik dan layak.
