Lokal

SAR Timika Intensifkan Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Atuka

Timika, Maret.id — Tim SAR Timika masih melanjutkan pencarian terhadap empat nelayan yang hilang kontak saat mencari ikan di Perairan Atuka, Distrik Mimika Tengah, Papua Tengah. Operasi pencarian yang berlangsung dari 29 Juni 2026 ini memasuki hari ketiga, namun hingga kini belum menemukan jejak dari para korban maupun perahu yang mereka gunakan.

Upaya Pencarian yang Intensif

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga SAR Timika, Charles Y. Batlajery, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan analisis menggunakan SAR Map. Dari hasil tersebut, mereka menduga bahwa perahu yang ditumpangi nelayan tersebut telah hanyut jauh akibat arus laut, diperkirakan sekitar 20 nautical mile dari titik terakhir di wilayah Moroga dan Atuka.

“Operasi hari kedua menunjukkan bahwa perahu tersebut kemungkinan sudah terbawa arus. Kami bersama tim gabungan melaksanakan pencarian dari kawasan Perairan Atuka hingga Perairan Manasari di Distrik Mimika Timur Jauh,” jelas Charles, menegaskan bahwa pencarian di hari kedua tidak membuahkan hasil.

Koordinasi dengan Berbagai Pemangku Kepentingan

Untuk memperluas area pencarian, SAR Timika melakukan koordinasi dengan berbagai unsur potensi SAR, termasuk Polsek Kokonao, Polsek Potowayburu, TNI Angkatan Laut, dan masyarakat setempat. Tim SAR juga mengimbau masyarakat pesisir untuk melaporkan jika melihat longboat berwarna oranye serta putih-biru dengan panjang sekitar 17 meter dan menggunakan mesin ganda.

“Jika ada yang melihat perahu dengan ciri-ciri tersebut, mohon segera memberi tahu kami. Kami sangat berharap empat nelayan ini ditemukan dengan selamat,” ujar Charles.

Pencarian Melalui Jalur Laut dan Udara

Selain pencarian melalui jalur laut, SAR Timika berencana menggandeng TNI Angkatan Udara untuk melakukan pencarian dari udara. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam menemukan perahu yang hilang beserta penumpangnya.

Berdasarkan laporan terakhir, keempat nelayan berangkat melaut sejak Selasa (23/6) dan seharusnya kembali pada Kamis (25/6). Komunikasi terakhir dengan keluarga terjadi pada Rabu (24/6), saat mereka memaklumkan rencana untuk kembali sesuai jadwal. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, para nelayan tersebut tidak kunjung pulang, dan semua nomor telepon mereka tidak dapat dihubungi.

Keluarga nelayan sempat melakukan pencarian mandiri namun nihil hasil. Ketika kekhawatiran semakin meningkat mengenai keselamatan para nelayan, keluarga akhirnya melapor ke SAR Timika pada Sabtu (27/6), yang menginisiasi operasi pencarian gabungan ini.

Kepala SAR Timika dan seluruh petugas yang terlibat sangat berharap dapat menemukan para nelayan ini dalam keadaan selamat. Kejadian hilangnya empat orang nelayan ini menandakan pentingnya kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi potensi risiko di wilayah perairan. Tim SAR bersama komunitas diharapkan mampu memberikan perhatian lebih dalam upaya penanganan situasi seperti ini di masa yang akan datang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button