Pemkot Tangsel Gelar Program Peningkatan Perlindungan Perempuan dan Anak

Tangerang Selatan, Maret.id — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meluncurkan serangkaian program dan layanan baru guna memperkuat perlindungan perempuan dan anak. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan yang semakin kompleks yang dihadapi oleh kedua kelompok tersebut, mulai dari kekerasan fisik dan psikis hingga berbagai risiko baru yang muncul di era digital.
Meningkatkan Keselamatan Perempuan dan Anak
Dalam sambutannya, Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menekankan pentingnya pencegahan sebagai fokus utama. “Semakin kuat ketahanan keluarga dan tingginya kesadaran masyarakat, maka potensi terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat ditekan,” ujarnya dalam acara sosialisasi, Senin (29 Juni 2026).
Pemerintah Kota juga memberikan dukungan penuh kepada para korban kekerasan untuk berani melapor. Dengan meluncurkan hotline Tangsel Siaga 112 dan WhatsApp di 0813-8020-1112, Pemkot Tangsel berkomitmen memberikan layanan 24 jam kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kolaborasi Semua Pihak
Benyamin juga menjelaskan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak bukanlah tanggung jawab pemerintah semata. Diperlukan kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk keluarga, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan komunitas. “Semua pihak harus berperan aktif dalam melindungi perempuan dan anak dari risiko sosial yang terus berkembang,” tambahnya.
Untuk memastikan keberhasilan inisiatif tersebut, Pemkot Tangsel akan memperkuat koordinasi antar sektor. Ini diharapkan dapat membantu perempuan dan anak memperoleh hak-hak mereka secara optimal dalam pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan kesempatan untuk berkembang.
Pentingnya Literasi Digital
Selain memperkuat sistem perlindungan, Benyamin juga menyoroti urgensi literasi digital. Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, pemahaman yang baik akan teknologi sangat dibutuhkan agar anak-anak dapat terhindar dari ancaman di ruang digital. “Edukasi digital harus menjadi fokus agar anak-anak dapat memanfaatkan teknologi secara bijak dan aman,” jelasnya.
Dalam upaya ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangsel juga menyelenggarakan sosialisasi tentang manajemen stres dan dukungan psikologis awal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan mental dan membantu mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3AP2KB Tangsel, Irma Safitri, menjelaskan bahwa kegiatan ini menyasar kelompok perempuan yang sering berinteraksi dengan masyarakat, seperti anggota majelis taklim dan ibu-ibu di lingkungan tempat tinggal.
“Ibu-ibu yang tahu cara mengelola stres lebih kecil kemungkinannya untuk melakukan kekerasan. Melalui sosialisasi ini, kami ingin meningkatkan pemahaman kesehatan mental serta dukungan psikologis sejak dini,” katanya.
Kota Tangsel berkomitmen untuk terus membangun lingkungan yang aman dan mendukung, dimana perempuan dapat merasa berdaya dan anak-anak tumbuh dalam kondisi yang sehat dan terlindungi. Upaya ini merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus dijaga dan diperkuat.
