DLHK Kabupaten Tangerang Siaga Hadapi Kebakaran di TPA Jatiwaringin

Tangerang, Maret.id — Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang telah mengerahkan tim medis untuk mengantisipasi dampak kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Kejadian tersebut dipicu oleh hembusan angin kencang yang membawa asap dan sampah ke kawasan pemukiman yang padat penduduk.
Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, menjelaskan bahwa sebagai langkah penanganan, pemerintah daerah telah menambah dukungan dengan mengerahkan sembilan unit pemadam kebakaran dan 45 personel. Untuk menjamin keselamatan warga dan petugas di lokasi, tim medis dari Puskesmas Kecamatan Mauk juga turut dilibatkan.
Upaya Penanganan Kebakaran
“Koordinasi telah dilakukan dengan camat dan Puskesmas setempat. Petugas medis sudah disiapkan untuk mengantisipasi jika ada warga yang terpapar asap,” kata Ujat. Luasan kebakaran di TPA Jatiwaringin diperkirakan mencapai dua hektare, dengan titik api pertama kali terdeteksi dari sisi barat pagi tadi.
Ujat menambahkan bahwa dugaan awal munculnya api berasal dari kondisi cuaca yang ekstrem, disertai suhu panas dan angin kencang. “Kondisi ini menyulitkan petugas dalam proses pemadaman,” tuturnya.
Kendala dalam Pemadaman
Situasi darurat saat ini masih berlangsung, di mana petugas gabungan dari DLHK dan BPBD menghadapi kesulitan dalam memadamkan api karena keterbatasan air dan kekuatan angin. “Ketika ada hembusan angin besar, beberapa sampah kering bisa terbang dan memperluas area kebakaran,” jelasnya.
Petugas pemadam dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang juga mengalami kendala yang signifikan. Untuk itu, Pemkab Tangerang telah meminta bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Koordinasi dengan BNPB
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Ruslan, mengungkapkan bahwa proses pemadaman terhambat oleh lokasi titik api yang berada di atas tumpukan sampah serta pasokan air yang terbatas. “Kami akan berkoordinasi dengan BNPB untuk penanganan lebih lanjut karena kesulitan yang dihadapi dalam upaya pemadaman api ini,” ujar Ahmad.
Kebakaran di TPA Jatiwaringin menunjukkan tantangan besar yang dihadapi dalam mengelola limbah dan kebakaran di kawasan padat penduduk. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya manajemen limbah yang baik dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan bencana. Dalam menghadapi situasi yang berbahaya ini, kolaborasi antara instansi pemerintah dan dukungan medis sangat diperlukan untuk melindungi masyarakat.
Dengan situasi yang masih dinamis, pemerintah daerah terus memantau perkembangan dan berupaya memberikan dukungan terbaik bagi warganya.
