Lokal

Jembatan Enang

Bener Meriah, Maret.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kembali membuka akses terbatas untuk Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Pembukaan akses ini dilakukan setelah proses perkuatan sementara menggunakan metode shoring berhasil diselesaikan.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menekankan pentingnya menjaga konektivitas masyarakat sambil memastikan keselamatan pengguna jalan. Ia juga menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat krusial untuk mempercepat tahapan penanganan infrastruktur yang terdampak.

Penanganan Infrastruktur Pasca-Longsor

Jembatan Enang-Enang, yang menjadi akses vital bagi masyarakat setempat, sebelumnya mengalami kerusakan akibat longsor. Berdasarkan hasil evaluasi teknis, kondisi struktur jembatan dan tanah di sekitarnya masih memerlukan perhatian, terutama untuk memastikan stabilitas yang optimal. Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan bahwa penanganan jembatan harus dilakukan secara bertahap.

Zulkarnaini, Plt. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, mengungkapkan bahwa perkuatan sementara telah menyelesaikan suasana mendesak ini. Sekarang, jembatan tersebut dapat digunakan oleh kendaraan ringan dan pejalan kaki pada siang hari, dengan batasan muatan maksimal lima ton untuk kendaraan roda empat. Kendaraan bermuatan berat seperti truk masih dilarang melintas demi keselamatan.

Koordinasi dan Rekayasa Lalu Lintas

Selama masa penanganan darurat, pihak BPJN Aceh akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk mengatur rekayasa lalu lintas. Jalan Werlah akan dioptimalkan sebagai alternatif bagi para pengguna jalan selama perbaikan berlangsung. Zulkarnaini menambahkan bahwa pemerintah daerah telah mengajukan pelebaran Jalan Werlah melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah untuk meningkatkan kelancaran arus lalu lintas.

Pemantauan kondisi Jembatan Enang-Enang akan terus dilakukan selama masa perbaikan darurat. BPJN Aceh memastikan bahwa kerja sama erat dengan masyarakat dan pemerintah daerah dilakukan demi kelancaran proses penanganan yang tengah berlangsung.

Perencanaan Pembangunan Jembatan Permanen

Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa pemerintah sudah melakukan perencanaan untuk pembangunan jembatan permanen yang akan dilaksanakan mulai tahun 2026. Ia berharap pekerjaan fisik dapat mulai dilakukan pada tahun 2027, sesuai dengan program yang telah disusun oleh Kementerian PU.

“Perencanaan untuk jembatan permanen di Enang-Enang telah kita programkan untuk 2027. Melihat kondisi saat ini, kami melakukan percepatan sehingga perencanaannya dapat dilaksanakan lebih awal, yaitu pada tahun 2026,” ungkap Zulkarnaini.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan jembatan dapat berfungsi kembali dengan aman, mengembalikan akses yang vital bagi masyarakat Bener Meriah dan sekitarnya. Pemerintah terus berkomitmen untuk menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan infrastruktur yang berkelanjutan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button