Lokal

BMKG Imbau Pemadaman TPA Jatiwaringin Tanpa Bantuan Awan

Jakarta, Maret.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa mereka belum dapat melaksanakan modifikasi cuaca untuk membantu pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Hal ini disebabkan oleh minimnya potensi pertumbuhan awan pada masa puncak musim kemarau.

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Lingkungan Hidup. Namun, kondisi atmosfer saat ini belum mendukung pelaksanaan modifikasi cuaca.

Potensi Awan Minim

Budi mengungkapkan bahwa potensi awan di kawasan tersebut masih sangat minim. “Hingga saat ini, kami masih belum bisa membantu dengan upaya modifikasi cuaca,” ujarnya dalam dialog di Pro3 RRI. Ia menekankan bahwa modifikasi cuaca tidak dapat dilakukan jika potensi bibit awan hujan belum terbentuk.

“Modifikasi cuaca bukan menciptakan hujan dari atmosfer yang kering,” tambah Budi. Menurutnya, operasi ini hanya dapat dilakukan jika terdapat potensi awan yang cukup untuk memicu curah hujan.

Prakiraan Cuaca Wilayah Jatiwaringin

Prakiraan BMKG untuk wilayah Jatiwaringin menunjukkan bahwa daerah tersebut tidak akan mengalami hujan dalam sepekan ke depan. “Kondisi di Tangerang, khususnya Jatiwaringin, diprediksi akan cerah berawan tanpa adanya potensi hujan,” jelas Budi. Meski demikian, BMKG tetap akan memantau perkembangan atmosfer untuk mengantisipasi kemungkinan terbentuknya bibit awan hujan.

Tantangan pemadaman kebakaran

Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengungkapkan bahwa proses pemadaman kebakaran masih terus dilakukan dengan dukungan dari berbagai instansi. Situasi pemadaman di lapangan diwarnai dengan tantangan angin kencang meskipun pasokan air untuk pemadaman telah tersedia.

“Walaupun angin kencang, kami sudah memiliki sumber air yang memadai untuk pemadaman,” kata Mahdiar. Dia menjelaskan bahwa api tidak hanya membakar bagian permukaan tetapi juga menjalar ke bawah timbunan sampah. Oleh karena itu, petugas harus membongkar tumpukan sampah agar proses penyemprotan air menjadi lebih efektif.

Upaya Lanjut dari BPBD

Mahdiar mengungkapkan bahwa petugas tengah menyisir area utara TPA Jatiwaringin dan memantau perkembangan kebakaran setiap hari. “Kami akan menyesuaikan jumlah personel berdasarkan kondisi di lapangan,” ujarnya. Langkah ini penting untuk memastikan efektivitas pemadaman dan mencegah kebakaran meluas.

Kondisi saat ini menunjukkan bahwa kebakaran di TPA Jatiwaringin menjadi tantangan besar, baik dari aspek cuaca maupun operasional di lapangan. Harapan untuk hujan yang dapat membantu pemadaman masih jauh dari kenyataan, dan BMKG akan terus memperhatikan dinamika atmosfer demi keselamatan masyarakat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button